Nelayan hilang ditemukan di Kabupaten Talaud
LIPUTAN15.COM, TALAUD-Dua nelayan hilang asal Desa Kawio Kecamatan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe ditemukan di Desa Bowombaru Kecamatan Melonguane Timur, Senin (24/5/21) sekitar pukul 17.30 wita.
Diketahui, nelayan yang hilang ini menggunakan perahu Jenis Pamboat berukuran panjang 8 Meter Warna Kuning corak putih dengan mesin penggerak 2 buah yaitu mesin berkekuatan 13 HP, ditumpangi oleh 2 orang nelayan laki-laki dengan identitas bernama HELWIK HORMAN
(56) dan FRANGKI POAE (27)
Kronologis kejadian nelayan hilang berawal hari Jumat 20 Mei 2021 sekitar pukul 01.00 Wita, kedua Nelayan tersebut bertolak dari Desa Kawio Kecamatan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan tujuan pulau Memanu wilayah hukum kecamatan Marore (Pulau tidak berpenghuni) hendak mencari ikan.
Sekira pada pukul 16.00 Wita Angin bertiup dari arah sangat kencang Barat dan pada saat itu pulau Kawio sudah tidak dapat dilihat lagi karena Kabut serta cuaca ekstrim.
Pada saat itu kedua Korban Nelayan menghidupkan mesin berupaya untuk mencari arah pelayaran menuju desa Kawio karena cuaca ekstrim dan berkabut, keduanya kehabisan bahan bakar minyak tidak sampai alamat pulau Kawio dan akhirnya hanyut ke Kepulauan Talaud.
Pada hari Minggu 23 Mei 2021 Sekira Pukul 08.00 Wita Kedua korban melihat Kepulauan Talaud keduanya bertahan untuk mencapai daratan dengan cara mendayung pada hari tepatnya pada hari Minggu 23 Mei 2021 Sekira Pukul 01.00 Wita kedua korban sampai dan terdampar di Desa Bowombaru Kecamatan Melonguane Timur.
Dari keterangan Saksi, bernama IGNALIN PAPARANG(33) di Desa Bowombaru, Kecamatan Melonguane Timur menjelaskan, pada hari minggu 23 Mei 2021 Sekira Pukul 01.00 Wita pada saat saksi sedang mengikuti Ibadah dipanggil oleh Ibu Kandungnya Sangiang Simon karena kedua Korban datang ke rumah mencari saksi, karena menurut korban saksi masih sekampung asal Kawio dan masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Setibanya di rumah Saksi kedua Korban langsung di tolong dan di layani oleh saksi diberi makan serta dibuatkan teh dan kopi karena saat itu sudah dalam kondisi lemas.
Dan saat ini korban tinggal di rumah saksi sambil menunggu cuaca teduh dan hendak kembali ke pulau Kawio Kecamatan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Mendapat Informasi Petugas langsung bergerak menuju ke Tempat Kejadian Perkara, langsung berkordinasi bersama dengan Pemerintah Desa Bowombaru turun dan melihat secara langsung kondisi serta keadaan korban.
Sementara itu, Kepala Desa Bowombaru Robinson Malensang (24)
mengatakan, bahwa Kedua Korban sudah di tangani oleh pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dalam hal ini BPBD dan sudah mendatangi kedua korban dan mendapat penanganan baik kesehatan serta untuk biaya kepulangan kedua korban menuju Pulau Kawio Kecamatan Marore Kepulauan Sangihe.
Terpisah, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan,SH.SIK.MH saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa mendapat Informasi Polri langsung Mendatangi TKP, hal ini dikarenakan kondisi cuaca extream dan kehabisan BBM saat melaut sehingga para nelayan tersebut hanyut terbawa arus hingga ke Talaud, Namun sudah dicek Kondisi Kesehatannya sudah dalam keadaan membaik.
Selain itu juga Ia pun tetap mengimbau kepada para nelayan untuk tetap menjaga keselamatan saat melaut serta selalu memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna memastikan waktu yang tepat untuk melaut sehingga kondisi seperti ini dapat dihindari.
”Polri mengimbau Nelayan untuk memperhatikan keselamatan, prakiraan cuaca dari BMKG serta kewaspadaan dini sehingga tidak ada kecelakaan di laut yang melibatkan nelayan,” pungkas Kapolres. (Ano)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan