Peristiwa kejahatan seksual ini terjadi di Desa Hutasoit, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Hubang Hasandutan, Sumatera Utara. Korban merupakan gadis keterbelakangan mental sejak lahir.

Dia juga sudah putus sekolah sejak SD, namun di balik kekurangannya korban merupakan gadis desa yang cantik.

Kronologi terungkapnya kasus ini bermula saat korban merasa kurang sehat dan dibawa orang tuanya untuk berobat ke Puskesmas. Saat itu mereka bertemu dengan bidan desa di jalan yang memeriksa kondisinya. Keluarga pun terkejut lantaran hasil pemeriksaan menunjukkan korban sedang mengandung.


“Kami semua keluarga menangis dan pingsan mendengarnya. Kami tanya siapa buat jadi begini dan kakak kami ini bilang pelaku pamannya,” ujar Renta boru Aritonang, adik korban, Senin (20/12/2021).

Namun saat dikonfrontasi, pelaku tak mengakui perbuatannya. Dia menyangkal meski korban sudah menceritakan segalanya.

Namun saat dikonfrontasi, pelaku tak mengakui perbuatannya. Dia menyangkal meski korban sudah menceritakan segalanya.

Pengakuan korban, perbuatan itu pertama dilakukan saat dia menjemur pakaian di belakang rumah. Tiba tiba pelaku memanggilnya ke ladang. Saat berada di sana, pelaku merayu korban dan mengajaknya berhubungan intim.

Sumber: iNews.id