Hal ini juga dapat disebabkan oleh karena gangguan refraksi yang diderita anak. Orang tua dan masyarakat sekitar memiliki peran penting dalam mendeteksi kelainan refraksi sejak dini.
Kelainan refraksi yang terlambat diatasi dapat mengakibatkan komplikasi lain seperti ambiopiA atau yang dalam bahasa awam dikenal dengan nama mata malas.
Kontrol rutin ke dokter mata dapat membantu Deteksi dini kelainan refraksi pada anak dan dapat dilakukan tatalaksana segera untuk menghindari komplikasi.”
Penyuluhan berikutnya dilakukan oleh perawat mata Ns Christian Komaling, S.Kep. Ns Christian Membawakan topik perawatan mata pada penderita miopia. Penderita miopi yang memiliki resiko tinggi terjadinya kelainan mata lain misalnya ablasio retina, Neovaskularisasi, Dan glaukoma .
Yang mana komplikasi komplikasi tersebut dapat mengakibatkan kebutaan. Ns Christian juga mengingatkan mengenai trauma atau benturan pada mata yang dapat berbahaya bagi mata dengan kelainan miopia. Mata dengan kelainan miopia cenderung memiliki panjang bola mata yang lebih panjang daripada normal. Hal ini memberikan kerentanan tersendiri terhadap bola mata miopia.
Trauma atau benturan Memiliki resiko yang lebih besar terjadinya komplikasi seperti ablasio retina pada mata miopia dari pada mata normal. Oleh karena itu, Trauma atau benturan pada bola mata terutama mata myopia perlu dihindari.”


Tinggalkan Balasan