LIPUTAN15.COM,MANADO-Instalasi Promosi Kesehatan RSUP Kandou maknai hari Kesehatan sedunia dengan gelar edukasi, Kamis (07/04/2022).
Kegiatan edukasi kesehatan bertajuk kelainan refraksi. Bekerjasama dengan bagian/KSM Mata digelar diruang tunggu rawat jalan poliklinik bedah.
Dipandu oleh MC Christian Modeong, S.I.Kom dan dikuti oleh sejumlah pasien dan keluarga pasien serta pengunjung rumah sakit serta disajikan oleh para narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya.
Yakni dalam ranah ilmu kesehatan mata. Kelainan refraksi sendiri merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar di seluruh dunia. Hal ini menjadi masalah dunia termasuk bagi masyarakat Indonesia khususnya Provinsi Sulawesi Utara.
Dari segi dokter spesialis mata, dr Andrew Chietra, Sp.M Membawakan topik deteksi dini kelainan refraksi pada anak.
Dalam penjelasannya, dr Andrew mengingatkan kembali bahwa “penurunan prestasi anak belum tentu karena gangguan kognitif atau intelegensi dari anak.
Hal ini juga dapat disebabkan oleh karena gangguan refraksi yang diderita anak. Orang tua dan masyarakat sekitar memiliki peran penting dalam mendeteksi kelainan refraksi sejak dini.
Kelainan refraksi yang terlambat diatasi dapat mengakibatkan komplikasi lain seperti ambiopiA atau yang dalam bahasa awam dikenal dengan nama mata malas.
Kontrol rutin ke dokter mata dapat membantu Deteksi dini kelainan refraksi pada anak dan dapat dilakukan tatalaksana segera untuk menghindari komplikasi.”
Penyuluhan berikutnya dilakukan oleh perawat mata Ns Christian Komaling, S.Kep. Ns Christian Membawakan topik perawatan mata pada penderita miopia. Penderita miopi yang memiliki resiko tinggi terjadinya kelainan mata lain misalnya ablasio retina, Neovaskularisasi, Dan glaukoma .
Yang mana komplikasi komplikasi tersebut dapat mengakibatkan kebutaan. Ns Christian juga mengingatkan mengenai trauma atau benturan pada mata yang dapat berbahaya bagi mata dengan kelainan miopia. Mata dengan kelainan miopia cenderung memiliki panjang bola mata yang lebih panjang daripada normal. Hal ini memberikan kerentanan tersendiri terhadap bola mata miopia.
Trauma atau benturan Memiliki resiko yang lebih besar terjadinya komplikasi seperti ablasio retina pada mata miopia dari pada mata normal. Oleh karena itu, Trauma atau benturan pada bola mata terutama mata myopia perlu dihindari.”
Ns christian juga mengingatkan untuk menggunakan kacamata sesuai ukuran “Ada kecenderungan orang dengan kelainan refraksi malas menggunakan kacamata. Hal ini akan Mengakibatkan mata menjadi mudah lelah karena berusaha terlalu keras.
Kacamata adalah alat bantu, Yang bertugas untuk membantu penglihatan orang dengan kelainan refraksi. Dengan menggunakan alat bantu ini diharapkan penulis akan dapat lebih nyaman dan mata tidak perlu bekerja lebih keras.
Salah satu bidang profesi dalam bidang ilmu kesehatan mata yang ikut turun langsung memberikan penyuluhan kepada ada pengunjung Rumah Sakit Kandou pada hari kesehatan sedunia ini ialah profesi refraksionis optisien.
Mochamad Sahroni, Amd, RO Yang juga Sekaligus Menjabat sebagai ketua ikatan refraksionis optisien Provinsi Sulawesi selatan Membawa penyuluhan berjudul Bagaimana memilih kacamata sesuai dengan bentuk wajah. Dalam Paparannya, Mochamad Sahroni, Amd RO Atau yang lebih dikenal dengan nama Roni, Menyingkapkan rahasia memilih frame kacamata sesuai dengan bentuk wajah.
“Bentuk wajah manusia Beraneka ragam, Ada yang bulat ada yang kotak ada yang segitiga ada yang seperti dadu ada yang lonjong dan sebagainya, Pemilihan kacamata dapat membantu untuk meningkatkan kualitas estetika, Pemilihan kacamata membantu memperkuat karakter positif dan mengurangi karakter negatif dari bentuk wajah,” ujarnya.
Pemilihan kacamata juga berperan penting dalam kualitas penglihatan seseorang. Dalam penyuluhan ini Roni Menjelaskan tips dan trik memilih kacamata dan juga menjelaskan Bagaimana mendeteksi kualitas optik yang baik.
Seperti biasa sebagai bentuk apresiasi dari kami, untuk selalu memberikan gimik berupa madker dan handsanitaiser kepada perserta yang aktif dalam mengikuti setiap materi.
Acara kemudian ditutup oleh ucapan terima kasih oleh Kepala unit administrasi instalasi promosi kesehatan dan pemasaran Rumah Sakit Kandou dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M. dan footo bersama dengan tim dokter dan perawat dari bagian Mata serta Tim Promkes yang hadir dr. Neni Ekawardani, Anita Siwi, SP dsn Mentari Johanes, SKM.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan