“Saya merasa berbahagia karena pelantikan dihadiri semua pimpinan inti dari IKA Unhas pusat ada Ketua Umum, sekjen dan bendahara umum. Ini akan mejadi dorongan bagi kami di Sulut untuk menjawab apa yang diharapkan oleh IKA Unhas,” ungkap Panelewen.
Sementara itu, Ketua IKA Unhas Pusat mengatakan, pelantikan IKA Unhas di Sulut adalah tonggak sejarah karena pertama terbentuk di Sulut. Semoga ini awal dari kebangkitan khususnya alumni Unhas yang ada di Sulut ada sekitar 400 orang lebih. Sementara di Indonesia alumni Unhas ada sekitar 200 ribu lebih di dalam maupun luar negeri.
“Tag line kita usung adalah kolaborasi untuk negeri. Karena itu kami selalu menyampaikan kepada seluruh teman-teman alumni yang ada di Indonesia maupun luar negeri agar melakukan yang terbaik di bidang masing-masing. Karena mereka-mereka duta-duta dari Unhas,” ujarnya.
Selain itu, kata mantan Menteri Pertanian Era Jokowi tersebut, kita telah melakukan kolaborasi MoU dengan alumni ITB, kemudian MoU dengan UGM. Mimpi besar kita adalah Indonesia menjadi negara maju bahkan super power. Karena Indonesia Timur kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) kalau ini digarap dengan baik oleh putra putri bangsa, ini akan menjadi episentrum ekonomi baru untuk Indonesia bahkan dunia. “Kalau ini digarap dengan baik maka Indonesia bisa tumbuh melompat lebih jauh,” ujarnya.
Lanjutnya, salah satu contoh nikel dan cobal yang menjadi bahan baku baterai listrik. Kedepan 10,20 sampai 50 tahun akan berkembang mobil listrik, sepeda listrik, listrik rumah bisa digantikan baterai. Sementara bahan bakunya ada di Indonesia 52 persen untuk dunia. Di Indonesia ada di Sulawesi dan Maluku.
“Ini bisa membawa berkah dan keuntungan bagi bangsa dan negara khususnya kawasan timur dan lebih khusus Sulut. Alumni harus bergerak bersama-sama,” anaknya.
Dia juga menceritakan, ada satu daerah di Sulawesi yang memiliki kandungan nikel depositnya 45 miliar ton, nilainya 13 juta triliun. Kalau kita hilirisasi sesuai arahan Presiden Jokowi dari hulu ke hilir di proses di Indonesia, maka Indonesia tumbuh melompat secara ekonomi menjadi negara maju.
“Ini harus digarap putra-putri terbaik bangsa, karena itu kami kolaborasi dengan ITB dan UGM serta UI kedepan kerjasama untuk menggarap Indonesia Timur, mimpi kita menjadi negara maju, negara super power dalam waktu singkat. Bangsa lain saja berbondong-bondang datang ke indonesia, Cina, Rusia, Australia, Kanada dan Brasil untuk berinvestasi. Sebagai anak bangsa kita harus bisa membangun,” katanya.
Dia juga berharap kepada Ketua IKA Unhas Sulut yang baru agar mengorkestra sumber daya manusia kita kemudian disinkronisasi dengan SDA, saya yakin pasti bisa. “Di Sulut harus didorong sektor pertanian dan perikanan untuk dilakukan hilirisasi, jangan lagi seperti dulu mengekspor bahan mentah. Kita harus kirim bahan jadi. Ini harus kita digerakan dari bawah untuk menuju Indonesia maju,” pungkasnya.(Ite)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan