BOLMONG—Desa Doloduo II, Kecamatan Dumoga Barat, akan menjadi utusan Sulawesi Utara (Sulut) dalam lomba desa tingkat nasional. Hal ini, setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut menetapkan Doloduo II sebagai pemenang dalam lomba desa tingkat provinsi.
Berdasarkan hasil penilaian administrasi dan klarifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) tingkat Provinsi Sulut tahun 2023, sebagaimana tercatat dalam berita acara nomor 01/LDK-BA/VI/2023 dan 02/LDK-BA/VI/2023 menetapkan Desa Doloduo II sebagai juara pertama, kemudian Desa Malola I dari Kabupaten Minahasa Selatan berhasil meraih juara kedua, sementara Desa Karatung dari Kabupaten Kepulauan Talaud menempati posisi juara ketiga.
Selain pengumuman pemenang, acara tersebut juga melibatkan para kepala desa yang akan melakukan pemaparan tentang profil, keunggulan/potensi, dan inovasi desa. Setiap kepala desa diberikan waktu maksimal 60 menit untuk melakukan pemaparan tersebut, dengan rincian 10 menit untuk penayangan video, 10 menit untuk pemaparan, dan 40 menit untuk tanya jawab. Pemaparan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Senin, 3 Juli, di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sulut. Dalam pemaparan tersebut, desa-desa diharapkan dapat menghadirkan kepala desa, ketua TP-PKK, BPD, LPM, dan Karang Taruna.
Menanggapi hasil Lomba Desa, Kepala DPMD Bolmong, Abdussalam Bonde, menyatakan bahwa keberhasilan Desa Doloduo Dua meraih juara tingkat provinsi adalah hasil campur tangan dan dukungan penuh dari Pj Bupati Bolmong, Ir. Limi Mokodompit, Sekda Tahlis Gallang, dan OPD terkait. “Tentunya kita bangga atas prestasi Desa Doloduo Dua dan menyebut dukungan dari pemerintah kabupaten menjadi faktor penting dalam memungkinkan desa tersebut bersaing dalam lomba desa dan mewakili Sulut di tingkat nasional,” ujarnya.
Beberapa waktu sebelumnya, Pj Bupati Ir Limi Mokodompit MM, menyambut tim penilai Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Desa Doloduo Dua. Desa tersebut menjadi perwakilan dari Kabupaten Bolmong dalam lomba desa dan kelurahan tahun 2023 tingkat provinsi. Desa yang dipimpin oleh Kepala Desa (Sangadi) Wawan Bonde ini menunjukkan tata kelola pemerintahan yang baik dalam mewujudkan stabilitas ekonomi dan sosial desa serta kelurahan.
“Begitu pentingnya agar semua komponen yang akan dinilai disiapkan dengan baik, sehingga penilaian yang diberikan oleh tim dapat menjadi objektif, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Bupati.
Bupati Limi juga menambahkan bahwa Lomba Desa dan Kelurahan bertujuan untuk mendorong dan memberikan motivasi kepada pemerintah dan masyarakat desa untuk berlomba secara sportif, positif, dan terintegrasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. “Lomba ini juga bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa dan kelurahan,” tutupnya. (toms)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan