Liputan15.com, Minut- Taman Baca Masyarakat (TBM) Pasungkudan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar Roadshow Literasi di SDN Inpres Laikit, Selasa ( 29/8/2023).
Ketua TBM, Steinward Latumaerrisa Spd menjelaskan, saat ini TBM Pasungkudan membawahi 19 TBM di Sulawesi Utara.
Menurutnya, Literasi baca saat ini memang akang kurang diminati.
Hal inilah yang mendorong pihaknya untuk terus melakukan kegiatan seperti ini.
“Dengan modal keterpanggilan dan melayani serta ingin memajukan SDM masyarakat, kami TBM Pasungkudan terus giatkan Literasi guna meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya peserta didik,” kata Steinward.
Lanjut kata dia, TBM seperti ini diharapkan akan berkembang terus di Kabupaten Minahasa Utara. Selain itu, mengimbangi era digitalisasi saat ini, TBM Pasungkudan punya wacana untuk membuat satu website khusus yang bisa digunakan anak-anak didik untuk meningkatkan minat baca serta pengetahuan mereka.
“Saya harap dari Roadshow ini, akan ada TBM akan muncul di Kabupaten Minahasa Utara ini. Kita tahu bersama saat ini hampir semua sekolah ada chromebook. Nantinya kami akan membuat satu website untuk bisa digunakan anak-anak, guna kemajuan pengetahuan mereka,” ujarnya.
Mengusung tema ‘Giatkan Literasi, Selamatkan Generasi’ acara ini dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Minut, Drs. Aldryn Posumah MSi.
Dia berujar, hal ini sesuai implementasi kurikulum merdeka belajar episode ke 23 tentang literasi
Mulai dari anak didik, guru, juga masyarakat, masih bermasalah dalam hal literasi. Kegiatan Literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis.
Menurut kamus bahasa Indonesia literasi adalah kemampuan membaca dan menulis.
“Pernah saya dapati di Wilayah Kecamatan Dimembe ini, kelas tujuh belum bisa membaca. Ini tantangan dan tanggung jawab guru-guru. Karena masalah psikis akan terjadi ketika anak ini besar,” ungkap Posumah.
Lebih lanjut dia menjelaskan, UNESCO memaknai literasi adalah membaca, menulis, dan menghitung.
Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah dalam masalah literasi. Hal ini sangat memperhatinkan, yang berarti dari seribu orang Indonesia yang rajin membaca presentasinya hanya 0,001%.
“Literasi ini harus digiatkan untuk meningkatkan SDM demi membangun bangsa ini.
Peserta didik adalah agen perubahan atau kader pemimpin bangsa. Peran guru sangat penting.
Penyebab rendahnya literasi yaitu, belum kuatnya pendidikan literasi di institusi pendidikan. Semangat motivasi guru kepada anak didik belum maksimal.
Sikap malas dari guru untuk mengembangkan gagasan sangat berpengaruh kepada anak didik. Olehnya sangat dibutuhkan buku yang berkualitas untuk menambah daya tarik anak-anak membaca,” Tambahnya.
Posumah juga menyarankan pihak sekolah untuk bisa menggunakan dana BOS dalam hal seperti ini.
“Ada dana BOS, gunakan itu juga untuk hal-hal seperti ini. Dengan membaca kita boleh melihat dunia,” Tandas Posumah sembari membuka acara Literasi ini.
Literasi ini juga diwarnai dengan lomba sambung kata oleh siswa-siswi dari SDN Laikit dan SDN Warukapas.
Sekadar diketahui, kegiatan ini disponsori oleh Bank Indonesia (BI) dan didukung oleh Pegadaian Kanwil Manado, Pemkab Minut.
Turut hadir, Tim BI, Tim Kemenriset RI, para guru SDN Laikit dan SDN Warukapas. (Jane)


Tinggalkan Balasan