LIPUTAN15.COM,MANADO–United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), mengunjungi empat proyek strategis di Manado.
Resident Representative UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura didampingi oleh Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Maxi Rein Rondonowu, DHSM, MARS, meninjau implementasi serta memastikan keberlangsungan proyek.
Lokasi pertama terdapat di BKLM Manado sebagai salah satu penerima hibah tempat pembakaran sampah (incinerator) dalam upaya penanggulangan peningkatan limbah medis. Bantuan teknis dari UNDP untuk Kemenkes dimulai pada tahun 2021 di empat lokasi, salah satunya adalah Manado. Bantuan ini termasuk pengadaan, pengiriman, pemasangan, modifikasi cerobong, uji emisi yang memastikan kesesuaian operasi teknis dengan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pelatihan operasional.
Kemudian menuju BKLM Manado. Di mana dipilih sebagai penerima manfaat karena memenuhi kriteria: 1) Lokasi yang layak untuk pemasangan insinerator; 2) Ketersediaan lahan; 3) Biaya operasional yang tersedia (keberlanjutan); 4) Produksi limbah medis <100 kg per jam.
Dengan adanya insinerator, BKLM Manado sekarang dapat mengubah limbah berbahaya menjadi residu; yang akan ditimbang, dan diangkut oleh pihak ketiga ke tempat pembuangan sampah. Bantuan teknis memastikan penguatan manajemen limbah medis yang berkualitas tinggi, dan yang paling penting, berkelanjutan.
Setelah itu menuju Puskesmas Bahu. Sebab sebagai salah satu penerima manfaat aplikasi SMILE. SMILE telah memberikan kontribusi signifikan pada aliran data dalam sistem ‘One Data’. Melalui SMILE, distribusi lebih dari 450 juta dosis vaksin COVID-19, yang mencakup hampir 175 juta orang.
Khususnya di Kota Manado, total 622.600 dosis COVID-19 telah didistribusikan dan disalurkan secara merata ke 16 fasilitas kesehatan dari 199 Puskesmas di Provinsi Sulawesi Utara. Sejak Agustus 2023, SMILE juga mencatat distribusi 764.380 dosis vaksin imunisasi rutin di Provinsi Sulawesi Utara, termasuk 93.630 dosis di Kota Manado.
Lanjut ke Universitas Sam Ratulangi. menjadi lokasi ke tiga dalam agenda. Sebagai satu-satunya laboratorium dalam jaringan Whole Genome Sequencing yang didukung oleh Kementerian Kesehatan di Manado, telah berhasil menggunakan peralatan dan reagen yang disediakan untuk menghasilkan batch ketiga Whole Genome Sequencing dan pelaporan data yang sesuai.
Selain itu, laboratorium ini telah dianugerahi sertifikat keahlian Whole Genome Sequencing oleh Badan Kebijakan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, menegaskan potensinya dalam memperkuat baik infrastruktur maupun kapasitas tenaga kerja. Pengakuan ini telah mengakibatkan Mando, khususnya laboratorium ini ditunjuk sebagai penerima hibah.
Perluasan Jaringan Laboratorium memainkan peran penting dalam memfasilitasi berbagi data dan pembangunan pengetahuan. Hal ini, berkontribusi pada pendekatan yang lebih komprehensif terhadap intervensi kesehatan masyarakat melalui proses pengambilan keputusan berbasis data. Fokus pada genomika biomedis presisi siap untuk merevolusi diagnosis dan pengobatan penyakit, tidak hanya meningkatkan hasil kesehatan individu tetapi juga membentuk sistem kesehatan yang tangguh.
Terakhir namun tak kalah penting, UNDP beserta jajaran dari Kementerian Kesehatan berkunjung ke RS Kandou sebagai salah satu dari 30 rumah sakit di empat provinsi yang diluncurkan pada Maret 2023 untuk fase pertama ME-SMILE.
Tujuannya adalah agar inisiatif ini dapat diperluas dalam fase kedua pada tahun 2024 dengan target dapat mencakup semua 1.000 rumah sakit pemerintah serta rumah sakit swasta (GF-ATM dan GAVI Zero Dose). Hingga hari ini, di antara 30 lokasi ekspansi sejak Juni 2023, dua rumah sakit di Sulawesi Utara telah menerapkan ME-SMILE – RSUP Kandou (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional) dan RSUD ODSK (Rumah Sakit Umum Daerah), keduanya berlokasi di Kota Manado.
Sistem ini akan terhubung langsung ke timbangan digital atau perangkat pintar untuk pencatatan dan pelaporan limbah medis yang akurat. Setelah fase uji coba pada bulan Juli 2022 di Puskesmas Jakarta. Sulawesi Selatan adalah salah satu mitra terpercaya UNDP dalam memimpin ekspansi ME-SMILE, dengan dua rumah sakit umum di Sulawesi Utara menjadi yang telah menerapkan sistem ini.
Sejak inisiasi ME-SMILE di Kota Manado pada Agustus 2023, tingkat pelaporan 100% dan laporan yang sudah lengkap 100% telah dipertahankan. Sistem ini telah memperpendek durasi proses penimbangan selama pembongkaran limbah di rumah sakit dari rata-rata lima jam (sebelum ME-SMILE) menjadi tiga jam dan meningkatkan akurasi pengukuran timbangan limbah selama pengumpulan dan pengangkutan.
Sampai saat ini, jumlah rata-rata limbah harian yang dihasilkan di Kota Manado yang tercatat dalam ME-SMILE telah mencapai 884.084 kilogram per hari.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Aplikasi SMILE, yang awalnya dirancang untuk respons terhadap COVID-19, telah memperluas kemampuannya untuk mengawasi rantai pasokan imunisasi rutin di seluruh negeri. Indonesia menjadi contoh bagaimana teknologi memainkan peran penting dalam logistik layanan kesehatan, dan secara langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat,” ujar Norimasa Shimomura Resident Representative UNDP Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan