LIPUTAN15.COM– Pantai utara Jawa bernapas lega! Lewat program PLN Peduli, PT PLN (Persero) bareng warga dan komunitas, sukses tanam 72.400 bibit mangrove di 20,2 ha lahan Pantai Tirang, Semarang, plus Desa Betahwalang, Demak. Aksi bersih pantai ini nggak cuma simbolis – benteng hidup lawan banjir rob dan abrasi, sekaligus harapan sejahtera buat nelayan pesisir.
Kasno, relawan Komunitas Semarang Mangrove, optimis: “Daerah ini rawan longsor, tapi bibit ini investasi masa depan – lindungi rumah, tambah ikan, hidup lebih aman,” katanya.
Deputi Kemenko Pangan Nani Hendiarti bilang, mangrove kunci ketahanan pangan: “Ekosistem ini topang perikanan, sumber protein utama. Lestarikan mangrove = kuatkan produksi laut berkelanjutan, dukung swasembada nasional,” ujarnya.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo tegas: “PLN nggak cuma nyalain listrik, tapi hijauin bumi. Mangrove serap karbon, tahan ombak, akarnya rem erosi – langkah nyata capai Net Zero Emission, lindungi warga dari iklim gila,” ungkapnya.
GM PLN UIK Tanjung Jati B Andi Makkasau tambah: “Tahun ini, kita dukung ‘Mageri Segoro’ Jateng – tanam mangrove di Demak, Pemalang, Rembang, Pekalongan, Brebes, Kendal. ESG nyata: kolab KLHK, KKP, Pemprov, plus sekolah. Plus, pasang pemanen air hujan kurangi genangan,” ujarnya.
Kolaborasi lintas instansi ini bikin 2025 luar biasa: total 218.179 bibit ditanam, 158 ha direhabilitasi nasional. Dari Semarang ke pelosok, mangrove tumbuh – pesisir kuat, pangan aman, Indonesia hijau.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan