MANADO-Menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyoroti potensi kenaikan harga bahan pokok yang bisa memicu inflasi.

Dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana dan Peningkatan Aktivitas Masyarakat yang digelar pada Kamis (4/12), gubernur memberikan arahan tegas untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

Gubernur YSK secara khusus menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk terus memantau pergerakan harga bahan kebutuhan pokok, serta melakukan inspeksi mendadak di pasar guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi atas melonjaknya permintaan yang biasanya terjadi saat momen libur panjang.Di sisi lain, Biro Perekonomian diperintahkan berkoordinasi erat dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga ketersediaan pasokan pangan dan memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok ke seluruh wilayah Sulut.

Untuk Dinas Pangan Daerah, gubernur meminta pengoptimalan peran Satgas Pangan, jaminan cadangan pangan yang cukup, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Penyaluran bantuan cadangan beras dari pemerintah provinsi juga menjadi prioritas guna menjaga kestabilan sosial-ekonomi.

Gubernur Yulius Selvanus juga menekankan pentingnya pengawasan pasokan ikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan menjelang Nataru, mengingat peran penting bahan laut bagi konsumsi masyarakat Sulut.

Langkah-langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah Sulut dalam memastikan masyarakat dapat menjalani perayaan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan tanpa tekanan harga yang membebani.(*)

Editor: Yolister Karame