MANADO- Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNIMA Yang Peduli Korban Pelecehan melakukan aksi protes keras di halaman kampus, Rabu (31/12/2026).
Aksi ini menyoroti dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNIMA yang diduga telah menjerat sejumlah mahasiswa, termasuk kasus tragis korban yang nekat mengakhiri hidup akibat depresi.
Koordinator Aksi Jemris Jurebe menyuarakan kekesalan mendalam atas lambatnya penanganan kasus. “Kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNIMA berharap instansi terkait, dalam hal ini UNIMA dan Kepolisian, segera menindaklanjuti kasus pelecehan seksual di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,” tegasnya di hadapan massa demonstran.
Menurut Jemris, aliansi mendesak investigasi mendalam untuk mencegah korban baru. “Kami tidak mau mahasiswa lain menjadi korban selanjutnya. Dari informasi yang kami dapat, bukan hanya satu korban yang meninggal karena depresi dan stres hingga mengakhiri hidupnya. Ada beberapa mahasiswa, baik alumni maupun yang masih studi di UNIMA, mengalami kekerasan seksual dari oknum dosen yang sama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa banyak korban memilih bungkam karena trauma, meski sebagian sudah berani bersuara. Aksi protes berlangsung damai dengan spanduk bertuliskan “Tangkap Predator Kampus!” dan “UNIMA Lindungi Mahasiswamu!”.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UNIMA dan Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan mahasiswa. Kasus ini menambah daftar kekerasan seksual di lingkungan kampus yang terus mencuat belakangan ini.(Aldo)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan