MINAHASA UTARA– Malam puncak Pemilihan Remaja Teladan (Retel) GMIM Wilayah Minawerot Tahun 2026 berlangsung meriah di Jemaat Paulus Kauditan, Jumat 27 Maret 2026.
Bupati Minahasa Utara sekaligus Ketua Komisi Pelayanan Remaja Wilayah (KPRW) Minawerot, Pnt Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., tampil sebagai juri kehormatan pada sesi Top Three, menguji finalis dengan pertanyaan bernuansa kekinian seputar kecerdasan buatan (AI).
Pada sesi itu, Bupati Joune Ganda mengajukan pertanyaan kepada tiga finalis tentang pemahaman mereka mengenai kecerdasan buatan dan relevansinya dengan kehidupan remaja serta iman percaya kepada Yesus Kristus.
Para finalis merespons dengan jawaban beragam, antara lain menyebut AI sebagai teknologi yang membantu pencarian tugas sekolah, informasi, dan materi khotbah melalui platform seperti chat GPT dan mesin pencari.
Menanggapi jawaban tersebut, Joune Ganda mengaku bangga atas kesadaran digital para remaja, namun juga menekankan pentingnya etika dan kritis dalam memanfaatkan AI.
“Penting untuk menggunakan AI sebagai alat bantu, namun tetap harus mengecek dan memverifikasi kebenaran informasi, terutama yang terkait iman dan pengetahuan Kristen. Alkitab tetap menjadi sumber utama iman dan panduan hidup,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Joune Ganda juga mendorong remaja GMIM Minawerot untuk terus membangun iman dan karakter Kristus melalui kebiasaan membaca Alkitab sebagai dasar dalam menjalani kehidupan di era digital.
Pemilihan Remaja Teladan (Retel) GMIM Wilayah Minawerot 2026 akhirnya menetapkan gelar Remaja Teladan Putra diraih Daniel Piri dari Jemaat Ebenhaezer Treman, sementara Remaja Teladan Putri jatuh kepada Majesty Mikha Lontoh dari Jemaat Imanuel Kaima.(jein)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan