MANADO– Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk, S.H., didampingi Wakil Wali Kota Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tomohon di Hotel Sentra Manado, Selasa (7/4/2026).

Pertemuan ini menjadi panggung bagi Pemkot Tomohon untuk menegaskan komitmen mempercepat transformasi digital melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Dalam paparannya, Wali Kota Senduk menekankan bahwa digitalisasi adalah fondasi utama bagi pemerintahan transparan, akuntabel, dan efisien. “Kota Tomohon telah mencatat progres gemilang, meraih peringkat kedua TP2DD nasional pada 2025, dengan digitalisasi pajak daerah 73,15 persen dan retribusi 92,42 persen,” ujarnya.

Meski begitu, ia tak menutupi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital masyarakat yang masih rendah, serta integrasi sistem yang belum sempurna.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Tomohon meluncurkan roadmap digitalisasi 2026–2029. Fokus utama meliputi penguatan infrastruktur, peningkatan SDM, penyempurnaan regulasi, perluasan transaksi elektronik, dan manajemen risiko. “Semua perangkat daerah wajib terapkan transaksi non-tunai tanpa terkecuali, dengan monitoring ketat dan sanksi tegas bagi pelanggar,” tegas Senduk.

Optimisme terpancar melalui kolaborasi erat dengan Bank Indonesia, OJK, dan perbankan. “Kami yakin capai 100 persen transaksi digital dan jadi teladan nasional dalam ETPD,” tambahnya.

Hadir pula Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Darmawan T. B. Hutabarat, perwakilan OJK Aditya P. Prasadani, Pimpinan Cabang Bank SulutGo Tomohon Lidya Dondokambey, S.E., M.M., Kepala UPTD Samsat Tomohon Malvin Tangkau, Ketua TP-PKK drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, Plt. Kepala BPKPD Danie Liuw, S.Kom., M.M., serta jajaran Pemkot Tomohon.
Langkah ini diharapkan mempercepat Tomohon sebagai kota pintar di Sulawesi Utara.(*)