MAROKO — Langkah aktif Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J. E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dalam rangka UCLG World Congress 2026 di Tangier mulai menunjukkan hasil nyata bagi daerah yang dipimpinnya.

Selain tampil sebagai anggota Executive Bureau UCLG ASPAC dan finalis UCLG Peace Prize 2026 mewakili Indonesia dan kawasan Asia Pasifik, Bupati Joune memanfaatkan berbagai forum internasional untuk mempromosikan praktik baik Minahasa Utara dalam bidang perdamaian, toleransi, pelayanan publik, dan pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada masyarakat.

Dalam kesempatan presentasi dan diskusi pada Asia Pacific Assembly dan UCLG Assembly, Bupati Joune menyampaikan sejumlah terobosan kebijakan serta pengalaman tata kelola daerah yang dinilai relevan oleh delegasi asing.

Hasilnya, perwakilan Kota Taipei, Taiwan, menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Kabupaten Minahasa Utara. Usai salah satu sesi, pertemuan langsung antara perwakilan Taipei dan Bupati Joune digelar untuk membahas potensi kolaborasi lebih lanjut.

Sefferson Sumampouw, yang mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa inisiatif penjajakan ini merupakan buah dari diplomasi daerah yang konsisten dan penguatan citra Minahasa Utara di panggung global.

“Bupati Joune Ganda tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi berperan aktif menyampaikan gagasan, pengalaman, dan praktik baik Minahasa Utara dalam berbagai forum internasional. Ketertarikan dari Kota Taipei untuk menjajaki kerja sama menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Bupati mendapat perhatian dan membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah,” kata Sefferson.

Menurut Sefferson, komunikasi awal yang terjalin berpotensi berkembang menjadi kerja sama di sejumlah bidang strategis, meliputi investasi dan pengembangan ekonomi daerah, inovasi pelayanan publik, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran pengalaman tata kelola pemerintahan.

Potensi kerja sama tersebut dinilai dapat mempercepat realisasi program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara.

Keberhasilan Bupati Joune mengangkat nama Minahasa Utara dalam forum internasional sekaligus memperluas jaringan kerja sama menegaskan peran penting diplomasi daerah dalam membuka akses sumber daya, pengetahuan, dan peluang investasi.

Jika penjajakan dengan Kota Taipei berlanjut ke tahap perencanaan konkret, langkah itu dipandang sebagai contoh bagaimana kepemimpinan daerah dapat memanfaatkan platform global untuk mendukung agenda pembangunan lokal.

Panitia dan delegasi UCLG World Congress 2026 memuji partisipasi aktif sejumlah kepala daerah Asia Pasifik, termasuk Bupati Joune, yang membawa isu-isu inovasi pelayanan publik dan perdamaian ke pusat diskusi.

Untuk Minahasa Utara, hasil dari Kongres ini tidak hanya berupa pengakuan internasional, tetapi juga peluang kemitraan strategis yang berpotensi memberi dampak langsung bagi pembangunan daerah di masa mendatang.(**/Jein)