TOMOHON – Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H. bersama Utusan Khusus Republik Seychelles untuk ASEAN, Duta Besar Nico Barito, melaksanakan Diplomatic Tour dalam rangka Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini merupakan inisiatif Wali Kota Tomohon dengan mengundang para duta besar dari negara-negara sahabat untuk menyaksikan langsung rangkaian TIFF 2026 sekaligus memperkenalkan berbagai potensi dan program strategis Kota Tomohon.
Duta Besar Nico Barito menyambut baik inisiatif tersebut. Hubungan Tomohon dengan Seychelles sendiri telah terjalin hangat. Atas inisiatif bersama, telah dibentuk Tim Percepatan Pengembangan Floriculture Tourism, dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon serta Duta Besar Nico Barito turut mengambil bagian sebagai pembina sejak Mei 2026.
Delegasi negara sahabat yang berasal dari berbagai kedutaan besar di Jakarta, yakni Bosnia, Kuba, Ethiopia, Kazakhstan, Polandia, Republik Korea (Korea Selatan), Seychelles dan Ukraina, tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi pada Sabtu pagi.
Setibanya di Tomohon, para duta besar disuguhkan kemeriahan Tournament of Flowers (TOF) yang menjadi salah satu agenda utama TIFF 2026. Parade kendaraan hias dan berbagai penampilan seni budaya memberikan kesan tersendiri bagi para tamu diplomatik.
Usai menyaksikan TOF, rombongan melanjutkan agenda dengan seremoni penanaman bunga bersama Wali Kota Tomohon, Wakil Wali Kota Tomohon, Ketua DPRD Kota Tomohon beserta jajaran di Show Window Kota Tomohon.
Dalam kesempatan tersebut, diperlihatkan pula perkembangan tanaman bunga yang sebelumnya ditanam oleh 43 duta besar pada perhelatan TIFF tahun 2023. Tanaman-tanaman tersebut kini telah tumbuh dan turut memperindah taman bunga di Show Window Kota Tomohon.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Koperasi Sapi Perah Kota Tomohon. Dalam sambutannya, Duta Besar Nico Barito mengapresiasi inisiatif Wali Kota Tomohon untuk menjadikan Tomohon sebagai sentra penghasil susu sapi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dukungan juga diwujudkan dengan menghadirkan Yusuf Munawar, Direktur Utama PT Industri Susu Alam Murni (ISAM), yang sebelumnya telah dikunjungi Wali Kota Tomohon pada 12 Juni 2026.
PT ISAM memiliki sekitar 200 ribu ekor sapi di Jawa Barat dan nantinya diharapkan dapat menjadi mentor bagi pengembangan proyek Koperasi Sapi Perah di Kota Tomohon.
Selain itu, Duta Besar Nico Barito turut menghadirkan Merakarno Husna, CEO Waste to Wealth Indonesia, perusahaan yang telah membangun fasilitas pengolahan sampah terintegrasi di berbagai daerah di Indonesia.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian dalam agenda tersebut. Kota Tomohon menghasilkan sekitar 50 ton sampah setiap hari, dengan komposisi sampah organik mencapai hampir 70 persen. Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian dan florikultura sekaligus mendorong kedaulatan pupuk organik di Kota Tomohon.
Sebagai bentuk komitmen, Wali Kota Tomohon bersama Wakil Wali Kota, Ketua DPRD dan jajaran pejabat terkait mendeklarasikan Tomohon Zero Waste di hadapan para duta besar yang hadir.
Duta Besar Republik Korea, Yoon Soon-gu, turut mengapresiasi langkah tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman Korea Selatan dalam pengelolaan sampah.
Rangkaian Diplomatic Tour kemudian dilanjutkan dengan agenda makan malam bersama Gubernur Sulawesi Utara. Pada hari berikutnya, para duta besar dijadwalkan mengikuti makan siang bersama Wali Kota Manado serta melakukan kunjungan kepada Dr. Frank Griffin, Direktur Eksekutif CTI-CFF, di Gedung CTI Center.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan