Salah satu perhatian serius Jahja adalah penurunan sejumlah indikator pendidikan, termasuk tingginya angka putus sekolah yang sempat menjadi sorotan publik. Ia menilai isu ini harus ditangani segera melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kita dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak orang cerdas. Tren penurunan ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Angka putus sekolah dan indikator lain menjadi tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

Jahja menegaskan Dinas Pendidikan akan menjadi motor penggerak untuk menerjemahkan visi-misi Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay di sektor pendidikan.

Seluruh program akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Utara dan memperbaiki capaian pendidikan di tingkat nasional.

“Kami adalah penerjemah visi dan misi Bapak Gubernur. Karena itu kami akan bekerja keras agar berbagai indikator pendidikan yang menjadi ukuran nasional dapat meningkat selama masa kepemimpinan beliau,” tutup Jahja.(ite)