TOMOHON — Pemerintah Kota Tomohon menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), di Stadion Babe Palar. Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan yang berlangsung khidmat dan tertib tersebut.
Upacara diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Tomohon, unsur TNI-Polri, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat. Momen puncak pengibaran Sang Saka Merah Putih dilaksanakan oleh 36 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tomohon 2026, yang sebelumnya dikukuhkan pada 13 Agustus 2026.
Usai upacara, Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menonton detik-detik Proklamasi secara daring melalui siaran langsung dari Istana Merdeka. Nobar dipusatkan di Kantor Diaspora Kota Tomohon sebagai bagian dari rangkaian peringatan.
Kemeriahan dilanjutkan dengan defile 17 Agustus yang menampilkan partisipasi sekolah-sekolah dari berbagai tingkatan. Parade dimulai dari Stadion Babe Palar, melewati panggung utama di samping Menara Alfa Omega menuju pusat kota, dan berakhir di Kompleks Perempatan Sineleyan.
Ribuan pelajar dan peserta lainnya memeriahkan kegiatan yang sekaligus menjadi sarana penanaman nilai nasionalisme, kebersamaan, dan kedisiplinan bagi generasi muda.
Pada sore hari, rangkaian ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera di Stadion Babe Palar, di mana Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Prosesi penurunan Sang Saka kembali dijalankan oleh Paskibraka dengan disiplin tinggi.
Hadir dalam seluruh rangkaian kegiatan pimpinan daerah dan unsur pemerintahan serta stakeholder antara lain Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P.; Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Adi Imanuel Palebangan, S.H., M.H.; Korwil BIN Tomohon Avons Sumenge, S.STP.; Ketua DPRD Drs. Johnny Runtuwene, D.E.A.; Sekda Kota Tomohon Edwin Roring, S.E., M.E. bersama istri; Ketua TP-PKK drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng; perwakilan TNI, LVRI, BUMN, instansi vertikal, perbankan, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Tomohon menilai rangkaian—mulai pengibaran, nobar Istana, defile, hingga penurunan—sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menghargai jasa pahlawan, dan mendorong seluruh warga mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.(Aldo)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan