MINUT— Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) semakin memperkuat posisi daerah sebagai destinasi investasi pariwisata unggulan di Sulawesi Utara. Momentum itu ditandai dengan dimulainya pembangunan Hotel Shangri-La Manado milik PT Deybudo Pariwisata Prima melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Wisata Budo, Kecamatan Wori, Minggu (1/11/2026).
Kehadiran jaringan perhotelan internasional Shangri-La di Desa Budo dinilai menjadi kepercayaan besar terhadap potensi pariwisata Minut. Desa Budo sendiri telah dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia pada 2022, dengan kekayaan ekowisata mangrove serta posisi strategis sebagai jalur alternatif menuju kawasan wisata bahari Bunaken.
Peluang Investasi Global
Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang memilih Desa Wisata Budo sebagai lokasi pembangunan hotel berstandar internasional. Menurutnya, investasi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kepercayaan investor yang telah memilih Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Desa Wisata Budo, sebagai lokasi pembangunan Hotel Shangri-La. Ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus peluang besar bagi daerah,” ujar Joune Ganda.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui dukungan kebijakan, kemudahan pelayanan, serta penguatan sektor-sektor potensial daerah.
Modal Strategis Minut
Bupati Joune menyoroti keunggulan geografis Minahasa Utara yang berdekatan dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi serta berada dalam kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Menurutnya, kombinasi wisata bahari, keindahan alam, budaya, dan aksesibilitas menjadi modal penting untuk menarik investor.
“Minahasa Utara memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Kita mempunyai kekayaan wisata bahari, keindahan alam, budaya, serta letak geografis yang sangat strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan hotel tidak hanya menghadirkan akomodasi berkelas dunia, tetapi juga menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat lokal. Keterlibatan tenaga kerja setempat, pelaku UMKM, transportasi, perikanan, pertanian, dan jasa pariwisata diharapkan tumbuh bersamaan dengan perkembangan kawasan.
Akses Langsung ke Bunaken
Perwakilan Pemegang Saham PT Deybudo Pariwisata Prima, Yulissa Baramuli, menyampaikan terima kasih kepada Shangri-La Group atas kepercayaan yang diberikan. Ia yakin kehadiran hotel tersebut akan semakin mengangkat potensi pariwisata Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa Utara, di mata dunia.
Sementara itu, Presiden Komisaris SSP Group, Dewi Kam, menjelaskan bahwa hotel ini dirancang bukan hanya sebagai fasilitas perhotelan, melainkan bagian dari visi pengembangan pariwisata bahari Sulawesi Utara.
“Hotel di Budo ini tidak jauh dari Taman Nasional Bunaken. Nantinya akan memiliki dermaga sendiri sehingga tamu bisa langsung diving ke Bunaken,” ungkap Dewi Kam.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan dan pengawalan proyek agar seluruh tahapan pembangunan berjalan optimal. Hotel tersebut diharapkan menjadi satu-satunya Hotel Shangri-La di wilayah Manado dan sekitarnya.
Dukungan Berbagai Pihak
Rangkaian groundbreaking diawali ibadah dan doa yang dipimpin Pdt. Olivia Pomohon. Kegiatan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan internasional, antara lain Perwakilan Pemegang Saham PT Deybudo Pariwisata Prima Dr. Ilham Habibie bersama Yulissa Baramuli, Komisaris SSP Group M.A. Jasin, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Railway Engineering Corporation Zhang Yongkang, Country Manager Bank of China Kantor Cabang Jakarta Group Sun Shang Bin, Chief Operating Officer Shangri-La Group Sunny Paw, serta Kepala Biro Perekonomian yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Reza Dotulong.
Dari jajaran pemerintah daerah dan legislatif, Bupati Joune Ganda didampingi Ketua DPRD Minut Vonny Rumimpunu, Asisten I Umbase Mayuntu, Kepala Dinas Pariwisata Jein Barantian, Kepala DPMPTSP Richard Dondokambey, Kepala Dinas PUPR Lidya Warouw, Kepala Dinas Pendidikan Eveline Luntungan, dan Camat Wori Octavianus Mayuntu.
Harapan ke Depan
Dimulainya pembangunan Hotel Shangri-La Manado diproyeksikan mempercepat perkembangan Desa Wisata Budo menjadi kawasan wisata unggulan yang terintegrasi dengan potensi wisata bahari, termasuk akses menuju Taman Nasional Bunaken.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap proyek ini membuka peluang investasi lebih luas sekaligus memperkuat posisi Minut sebagai destinasi wisata berkelas nasional dan internasional.(*/jein)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan