TOMOHON – Pemerintah Kota Tomohon menetapkan status tanggap darurat dan membentuk satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lokon, menyusul kebakaran yang masih berlangsung dan diperkirakan telah melanda sekitar 300 hektare lahan.
Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., bersama Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., memimpin apel penanganan karhutla di kawasan Gunung Lokon, Rabu (14/10/2026). Apel tersebut menjadi titik koordinasi lintas instansi untuk memastikan pemadaman berjalan terpadu, efektif, dan mengutamakan keselamatan personel maupun warga.
Dalam arahannya, Caroll mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pemadaman. Ia menegaskan, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah kota, provinsi, TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran.
Pemerintah Kota Tomohon menunjuk Kapolres Tomohon, AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) penanganan karhutla. Koordinasi dan pengendalian operasional di lapangan kemudian diserahkan sepenuhnya kepada Dansatgas agar seluruh personel bergerak dalam satu komando.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama agar penanganan karhutla dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Caroll.
Dansatgas AKBP Novrial Alberti Kombo menjelaskan, personel gabungan dibagi menjadi dua tim untuk menyisir dan menangani kawasan terdampak di sisi kanan dan kiri lokasi kebakaran. Tim tersebut melibatkan TNI, Brimob, Polres Tomohon, Sabhara, serta unsur pemerintah daerah.
Prioritas utama operasi adalah mencegah api di bagian bawah kawasan menjalar ke permukiman warga. Berdasarkan pengecekan personel Kodim, titik api di area dekat Batu Licin atau Gunung Empung dilaporkan telah padam, tetapi potensi api menyala kembali tetap diwaspadai karena pengaruh angin.
“Prioritas kita adalah memastikan api yang berada di bagian bawah tidak menjalar ke permukiman warga,” tegas Novrial.
Petugas juga diminta memastikan tidak ada warga yang masih berada di pondok atau kebun di sekitar kawasan terdampak. Apabila ditemukan, warga akan diarahkan kembali ke permukiman untuk mengantisipasi risiko terjebak atau terkepung api bila kebakaran meluas.
Kapolres Tomohon sebelumnya juga mengimbau warga di sekitar lereng Gunung Lokon untuk waspada terhadap perluasan api dan paparan asap, terutama saat angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran kebakaran.
Setelah apel, seluruh personel melakukan pembagian tugas, pengecekan lokasi, penyisiran, dan pemadaman. Kegiatan lapangan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 WITA, dilanjutkan konsolidasi dan evaluasi bersama di lokasi apel.
Turut hadir Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf. Bonaventura Ageng Fajar Santoso, personel TNI, Brimob, Polres Tomohon, Sabhara, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulut, BPBD Kota Tomohon, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tomohon.(*)

Tinggalkan Balasan