MELBOURNE, AUSTRALIA — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, memperkenalkan produk unggulan dan kerajinan khas daerah dalam kegiatan B2B Business Matching di Melbourne, Australia, Kamis (22/10/2026).

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulut memperluas pasar ekonomi kreatif daerah hingga tingkat internasional.

Melalui forum bisnis tersebut, Dekranasda Sulut mempromosikan ragam produk kriya, fesyen, dan kuliner olahan lokal yang menggabungkan kekayaan budaya Sulawesi Utara dengan desain modern. Kehadiran ini juga menjadi bagian dari rangkaian misi dagang ekonomi kreatif, pertemuan bisnis, dan Festival Indonesia di Melbourne pada 21–25 Oktober 2026.

Sektor fesyen dan kriya menampilkan busana batik serta kain dengan motif Taman Laut Bunaken, Minahasa, dan Sangihe Talaud.

Dekranasda juga memamerkan tas kulit bermotif Nyiur Melambai, bros bermotif anggrek khas Sulut, suvenir miniatur tarsius dari bahan alami, hingga kancing eksklusif berbahan olahan tempurung kelapa.

Di sektor pangan, Sulawesi Utara membawa produk unggulan berbahan dasar komoditas lokal, termasuk keripik pisang goroho varian sambal roa asap dan keju, serta keripik kelapa kaya rempah. Seluruh produk ditawarkan dengan mempertahankan identitas kearifan lokal, sekaligus mengarah pada standar kualitas pasar global.

Ny. Anik menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya memperkenalkan potensi Sulawesi Utara secara lebih luas, tidak hanya melalui seni dan budaya, tetapi juga melalui penguatan ekonomi kreatif dan perluasan jejaring kerja sama internasional.

Kegiatan B2B Business Matching diharapkan membuka peluang kemitraan langsung antara pelaku usaha Sulut dan mitra bisnis di Australia. Keterlibatan komunitas Kawanua di Melbourne juga diposisikan sebagai jembatan strategis untuk memperluas promosi produk lokal dan membangun jejaring usaha lintas negara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap langkah ini dapat memperluas jaringan pemasaran ekspor serta memberikan dampak ekonomi positif bagi para perajin dan pelaku UMKM.

Dengan membawa produk berbasis budaya dan komoditas lokal ke pasar internasional, Sulut memperkuat posisi ekonomi kreatif daerah sebagai sektor yang mampu tumbuh, berdaya saing, dan berkelanjutan.(ite)