LIPUTAN15.COM – Wali Kota Manado Andrei Angouw menginstruksikan jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Manado untuk memprioritaskan bantuan-bantuan sosial, bantuan ekonomi, dan program dukungan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya kepada kelompok keluarga miskin ekstrem.

Oleh sebab itu, Andrei Angouw berharap, dukungan dari para tokoh – tokoh agama se kota Manado untuk bergandeng tangan, membantu keluarga miskin ekstrem di wilayahnya masing – masing.

Demikian dikatakan Andrei Angouw ketika memimpin acara rapat Koordinasi dan evaluasi program kerja BKSAUA Manado di ruang rapat BKPSDM Jumat (6/10/2023) pagi

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menyampaikan angka kemiskinan ekstrem di kota Manado hanya berjumlah sebanyak 400. Data tersebut berdasarkan, hasil identifikasi lapangan yang dilakukan oleh Pemkot Manado di 11 Kecamatan.

“Pemkot sudah mengidentifikasi, saat ini kira -kira ada 400 warga Manado yang masuk kategori miskin ekstrim,” tuturnya.

Menurutnya, kategorikan miskin ekstrem jika pengeluarannya di bawah Rp 10.739/orang/hari atau Rp 322.170/orang/bulan.

“Torang dapati, di usia produktif ada tapi tidak banyak, banyak yang sudah sebatang kara. Ada yang sudah tua, cacat mental cukup banyak, untuk yang usia produktif kita arahkan dia untuk meningkatkan keahlian dan dia bekerja. Tapi cukup banyak yang sebatang kara,” jelasnya.

Olehnya Wali Kota berharap peran dari tokoh – tokoh agama bersama – sama dengan Pemerintah saling bergandeng tangan membantu warga yang tergolong miskin ekstrim.

“Saya berharap untuk warga yang tergolong miskin ekstrim dan sudah tua dan tidak berdaya kita bantu bersama – sama,” pungkasnya.