MANADO– Banjir bandang mengerikan melanda Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) akibat hujan deras lima jam nonstop, Senin pagi.
Aliran air deras campur lumpur, batu, dan kayu menerkam permukiman, tinggalkan luka dalam: 11 jiwa tewas, 4 hilang, 18 luka-luka. Wilayah Kecamatan Siau Timur jadi pusat bencana, dari Kelurahan Paniki hingga Kampung Salili.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling langsung gerak cepat. “Saya dan Pemprov Sulut prihatin luar biasa. Duka mendalam untuk warga Siau,” ujarnya.
Ia perintahkan bantuan darurat: alat berat, makanan, pakaian, kasur, kebutuhan bayi, dan lansia—semua dikoordinasikan dengan Pemkab Sitaro, TNI-Polri.
Dua korban luka berat sudah dijadwalkan dirujuk ke RS di Manado untuk perawatan intensif. Pemkab Sitaro tetapkan status tanggap darurat 14 hari, percepat evakuasi dan pemulihan.
“Kita maksimalkan bantuan agar tepat sasaran. Doa cuaca cepat normal,” tegas Gubernur Yulius, janjikan dukungan penuh pascabencana.
Upaya gabungan TNI, Polri, dan warga setempat kini fokus bersihkan puing serta cari korban hilang. Bencana ini ingatkan kerentanan Siau terhadap cuaca ekstrem.(*)
Editor: Yolister Karame


Tinggalkan Balasan