SANGIHE– Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Kepulauan Sangihe. Mantan Bupati Kepulauan Sangihe periode 2011–2016, Hironimus Rompas Makagansa, wafat pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 09.30 WITA di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Liungkendage Tahuna, dalam usia 68 tahun.
Kepergian sosok yang lama mewarnai panggung politik dan pembangunan daerah perbatasan ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang pernah dipimpinnya.
Lahir pada 5 Juni 1958, Hironimus Rompas Makagansa dikenal sebagai figur yang memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan Kepulauan Sangihe, sehingga disebut ‘bapak pembangunan’.
Karena di masa kepemimpinannya sebagai bupati, banyak keberhasilan yang dicapainya baik dalam pembangunan infrastruktur maupun ekonomi.
ia aktif mendorong penguatan konektivitas antarwilayah kepulauan dan memperjuangkan peningkatan infrastruktur serta pelayanan publik. Rekam jejaknya diakui banyak pihak sebagai bagian dari fondasi pembangunan Sangihe saat ini.
Di kalangan politisi dan birokrat, almarhum dijuluki “Pemimpin Seribu Akal”. Julukan ini lahir dari kemampuan lobi yang kuat di tingkat pusat, serta kelihaian strategi politiknya dalam membuka akses program-program nasional bagi daerah.
Berbagai program strategis yang berhasil ia bawa ke Sangihe dinilai menjadi bukti kecakapannya membaca peluang dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di wilayah perbatasan.
Kepergian Hironimus Makagansa juga menyentuh hati warga biasa yang pernah merasakan kedekatan sosoknya. Ucapan belasungkawa mengalir dari tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga masyarakat umum yang mengenang dedikasinya selama mengabdi.
Mereka menilai almarhum bukan hanya pemimpin, tetapi juga sahabat yang selalu membuka ruang dialog dan komunikasi dengan warga.Selamat jalan, Hironimus Rompas Makagansa. “Pemimpin Seribu Akal”. Jejak pengabdian dan perjuanganmu bagi Sangihe akan tetap hidup dalam ingatan dan karya yang ditinggalkan bagi generasi penerus.(ite)


Tinggalkan Balasan