MANADO,Liputan15.com– Kreativitas mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan vokasi. Tiga mahasiswi Jurusan Teknik Elektro berhasil mengembangkan Modul Trainer Mikrokontroler berbasis Arduino Uno, ESP32, dan ESP32-CAM untuk mendukung pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Inovasi tersebut merupakan karya Yuricha M. U. Tumiwang, Feibe L. V. Lalujan, dan Yolanda T. L. Pontoan yang dipresentasikan di Jurusan Teknik Elektro Polimdo pada 18 Juni 2026.

Pengembangan trainer diawali dengan survei kebutuhan di SMKN 2 Manado yang mulai menerapkan mata pelajaran Coding dan AI. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim mahasiswa merancang perangkat praktik yang mampu membantu guru dan siswa memahami konsep mikrokontroler secara lebih aplikatif.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson James Budiman, S.ST., M.T., mengatakan inovasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa hasil penelitian mahasiswa dapat diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan SMK merupakan bagian penting dalam menciptakan kesinambungan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan perkembangan teknologi.

“Sinergi dan link and match antara SMK dan Politeknik menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta mampu mengikuti perkembangan teknologi digital,” ujar Marson.

Apresiasi juga datang dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Ketenagaan SMKN 2 Manado, Julius Polii, S.Pd. Ia menilai trainer mikrokontroler yang dikembangkan mahasiswa Polimdo sangat relevan dengan implementasi kurikulum baru yang menitikberatkan pada penguasaan teknologi digital, pemrograman, dan kecerdasan artifisial.

Sebagai bentuk tindak lanjut kerja sama, Polimdo menyerahkan secara simbolis perangkat trainer kepada SMKN 2 Manado. Penyerahan tersebut menjadi wujud hilirisasi hasil riset mahasiswa, di mana inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat langsung dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Melalui kolaborasi ini, Polimdo berharap semakin banyak hasil penelitian dan inovasi mahasiswa yang dapat diterapkan secara nyata, sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi vokasi dengan pendidikan menengah kejuruan dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital.