Buka Lapangan Kerja Careworker, BP2MI Fasilitasi ‘Ngutang’ di Bank

LIPUTAN15. COM- UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kota Manado beberapa waktu lalu menggelar MoU bersama Pemerintah Kota Manado yang dihadiri langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani.

Pada kesempatan tersebut disampaikan kemudahan yang diberikan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tujuan meringankan biaya kepada calon PMI.

Bacaan Lainnya

Biaya pinjaman tersebut berkisar 25 hingga 40 jutaan dengan bunga rendah. Dari data yang disampaikan oleh UPT BP2MI Kota Manado terdapat 14 sektor yang dibuka yang dibuka untuk program SSW dengan tujuan ke Jepang.

Sektor Careworker atau Perawat Lansia menjadi sektor pekerjaan yang paling dibutuhkan. Namun para CPMI masih dibebani dengan pembiayaan administrasi berupa Visa, Tiket dll.

Padahal peraturan BP2MI nomor 9 Tahun 2020 mengatur jelas tentang pembebasan biaya penempatan pekerja migran indonesia di 10 sektor yaitu sektor pengasuh rumah tangga, pengasuh bayi, pengasuh lanjut usia (Careworker.) juru masak, sopir keluarga, perawat taman, pengasuh anak, petugas kebersihan, perkebunan dan kapal perikanan.

Menurut pemaparan yang disampaikan oleh Kepala BP2MI, bahwa para Pahlawan Devisa (PMI) menghasilkan 159.6 Triliun bagi negara setiap tahunnya. “Pekerja migran indonesia adalah pahlawan devisa negara. 159.6 Triliun per tahun yang merupakan sumbangan devis ke 2 setelah sektor migas,” Ujar Benny Rhamdani saat menggelar MoU di Kantor Walikota Manado beberapa waktu lalu.

Pos terkait

YcV7F1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *