LIPUTAN15.COM– Hujan gol terjadi saat Belgia lawan Tunisia. Pertandingan berlangsung tidak seimbang, saat Belgia mengalahkan Tunisia 5-2 pada laga Grup G Piala Dunia 2018, di Stadion Spartak, Sabtu (23/6). Seperti dilansir dari CNNIndonesia.com. Belgia memiliki amunisi yang terlalu banyak untuk bisa dihentikan Tunisia.

Eden Hazard dan Romelu Lukaku masing-masing mencetak dua gol ke gawang Tunisia. Sementara satu gol Belgia lainnya dicetak penyerang pengganti Michy Batshuayi. Tunisia hanya mampu mencetak dua gol lewat Dylan Bronn dan Wahbi Khazri.

Rencana permainan Roberto Martinez sempat berjalan lancar di laga ini ketika Hazard mencetak gol cepat pada menit keenam. Gol Lukaku pada menit ke-16 semakin membuat Belgia di atas angin berkat keunggulan 2-0.

Situasi kemudian berubah ketika Dylan Bronn mencetak gol untuk Tunisia pada menit ke-18. Tunisia mulai sedikit mampu mengontrol jalannya pertandingan dan mengurung pertahanan Belgia.

Tunisia sukses mematikan pergerakan lini tengah Belgia yang diisi Kevin De Bruyne dan Axel Witsel. Dua winger Belgia, Thomas Meunier di kanan dan Yannick Ferreira-Carrasco, juga berhasil dibuat Tunisia tidak berbuat banyak dalam membangun serangan.

Tekanan yang diberikan Tunisia usai gol Bronn membuat Carrasco dan Meunier lebih fokus bertahan. Alhasil serangan Belgia sangat minim saat kedudukan 2-1. Dries Mertens yang mampu membuat banyak pergerakan berbahaya saat melawan Panama, juga tampil di bawah performa terbaiknya.

Beruntung Belgia punya segudang pemain yang bisa menjadi amunisi di masa-masa sulit. De Rode Duivels punya pemain yang bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk mencetak gol. Kali ini dua amunisi itu adalah Hazard dan Lukaku.

Hazard dan Lukaku mampu menjadi pembeda di saat Belgia dalam tekanan, di saat De Bruyne, Mertens, Carrasco, Meunier dan Witsel tidak berkutik. Dengan kemampuan individu yang dimiliki Hazard dan kemampuan menahan bola Lukaku, Belgia tetap mampu mengancam gawang Tunisia dengan peluang sekecil apapun.

Beberapa kali ancaman yang diberikan Hazard dan Lukaku di pertengahan babak pertama membuat Tunisia tidak pernah benar-benar mengancam gawang Belgia karena sedikit gangguan dari Hazard dan Lukaku.

Pengalaman dan keberuntungan yang akhirnya berbicara. Tunisia terbilang tidak beruntung karena dua pemain kuncinya Hamdi Nagguez dan Yohan Benalouane mengalami cedera di pertengahan babak pertama dan harus ditarik keluar.

Determinasi Hazard dan Lukaku akhirnya membuat bek kiri Tunisia Ali Maaloul melakukan blunder yang berujung pada gol ketiga Belgia di pengujung babak pertama. Kesalahan Maaloul menunjukkan betapa minim pengalamannya bek 28 tahun itu di level turnamen besar seperti Piala Dunia.

Maaloul kehilangan bola di sisi kiri pertahanan Tunisia dan bola direbut Meunier. Bek Paris Saint-Germain itu kemudian memberi umpan terobosan kepada Lukaku. Tanpa kesalahan, Lukaku mencetak gol ketiga Belgia dan membuat The Red Devils mengakhiri babak pertama dengan keunggulan cukup nyaman 3-1 atas Tunisia.

Berkat gol Lukaku di pengujung babak pertama, ditambah gol cepat Hazard di awal babak kedua, membuat Belgia kembali percaya diri. Saat keunggulan 4-1, Martinez sudah yakin Belgia akan menang meski tekanan Tunisia tetap terjadi.

Kepercayaan diri Martinez ditunjukkan dengan menarik keluar Hazard dan Lukaku di perengahan babak kedua. Keputusan itu diambil setelah Martinez melihat lini tengah Belgia sudah mampu mengontrol pertandingan.

Amunisi terakhir Belgia yang menjadi pembeda adalah Michy Batshuayi. Penyerang Chelsea itu menggantikan Lukaku dan mencetak gol kelima Belgia di pengujung babak kedua.

Meski menang cukup meyakinkan atas Tunisia, Belgia tetap memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan tim lawan.

Satu pekerjaan rumah juga harus diselesaikan Martinez untuk pertandingan penting melawan Inggris di laga terakhir Grup G, yakni kemampuan lini pertahanan Belgia mengantisipasi bola-bola mati.