LIPUTAN15.COM – Sebanyak 221 orang tewas dalam serangan  bom bunuh diri dari kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), di wilayah Suriah selatan pada Rabu (25/7). Seperti dilansir Kompas.com

Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) menyatakan, serangan tersebut mengguncang beberapa area lokasi pemerintahan di provinsi Sweida.

Menurut data dari SOHR, sebanyak 221 orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk 127 penduduk sipil.

Seorang penduduk di Sweida, Omar, ledakan mengguncang kota tersebut sekitar pukul 05.30 waktu setempat. “Ledakan terjadi begitu cepat dan tidak terduga. Tidak ada dalam sejarah Sweida ada hari paling berat seperti itu,” ucapnya.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas kekerasan tersebut dengan menyatakan, prajuritnya menyerang posisi pemerintah dan keamanan di kota Sweida, dan meledakkan bom bunuh diri.

Salah satu serangan paling mematikan di Suriah itu turut menewaskan 94 pasukan pro-pemerintah, yang sebagian besar merupakan warga yang mengabdikan diri sebagai pasukan keamanan.

Kepala SOHR Rami Abdel Rahman mengatakan kepada AFP, banyak juga penduduk sipil yang dieksekusi di dalam rumah mereka. “Serangan berdarah ini paling mematikan di provinsi Sweida sejak perang Suriah,” ujarnya.

Dia mengatakan, pasukan pemerintah mengusir anggota ISIS dari desa mereka. Setidaknya 38 anggota ISIS juga tewas, termasuk para penyerang bunuh diri.

Seperti diketahui, pasukan pro-pemerintah telah mendepak ISIS dari pusat-pusat kota di Suriah timur tahun lalu.

Namun, operasi pengusiran ISIS dalam beberapa bulan terakhir telah membunuh puluhan pasukan pemerintah dan sekutu.

Kelompok ekstremis itu masih menguasai beberapa wilayah di selatan Suriah, termasuk di Sweida dan satu lagi daerah terpencil tapi lebih besar di provinsi Daraa.

Wilayah kantong tersebut dikendalikan oleh Jaish Khaled bin al-Walid, yang memiliki 1.000 pasukan.

Setelah mengusir gerilyawan utama dari sebagian besar wilayah selatan, pasukan pemerintah yang didukung oleh Rusia kini mendekati kantong ISIS di Daraa. (end)