LIPUTAN15 –Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencatatkan sejarah karena melakukan penutupan pemerintahan terlama. Penutupan pemerintahan Amerika Serikat sudah memasuki hari ke-22, pada Sabtu (12/1). Dilansir CNNIndonesia.com.

Ini adalah rekor terbaru penutupan terlama pemerintah AS. Penutupan parsial pemerintah ini menjadi rekor terpanjang di AS dan menyalip rekor penutupan 21 hari pada 1995-1996 di bawah pemerintahan Bill Clinton.

Penutupan pemerintahan ini menyebabkan 800 ribu pegawai federal tak digaji. Pekerja seperti agen FBI, pengontrol lalu lintas udara, dan staf museum pun tidak digaji sampai Jumat (11/1).

Hal ini terjadi karena adanya ketidaksepakatan antara Presiden AS Donald Trump dengan partai Demokrat tentang pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang membutuhkan uang banyak.

Sebelumnya, pada Jumat pagi, Trump menyatakan menyatakan belum akan menetapkan status darurat nasional atas penutupan pemerintahan AS untuk sementara waktu.

“Saya tidak akan melakukannya secepat ini,” katanya saat pertemuan di Gedung Putih dikutip dari AFP.

Trump menggambarkan deklarasi darurat sebagai jalan keluar yang mudah. Dia juga mengatakan bahwa Kongres harus bertanggungjawab dengan menyetujui US$5,7 miliar.

“Jika mereka tidak bisa melakukannya, saya akan mendeklarasikan keadaan darurat nasional. Saya punya hak mutlak.”

Sampai saat ini, Trump mengungkapkan beberapa kali bahwa dia sudah semakin dekat untuk mengambil keputusan kontroversial.

Beberapa menit sebelumnya, sekutu Trump Senator Republik Lindsey Graham melontarkan cuitan setelah pembicaraannya dengan Trump.
“Tuan presiden, nyatakan darurat nasional Sekarang.”

Namun tak jelas apa yang membuat Trump urung menyatakan darurat nasional dan berubah arah. (end)