MANADO – Salah satu tokoh pendidikan yang juga perintis dan pendiri Yayasan Pioneer Manado, Rizalina Quintos Supit Tigno tutup usia di umur 86 tahun, 8 bulan, 26 hari.

Ibadah pemakaman dari almarhumah yang semasa hidup akrab disapa Ma’am Supit dilakukan di Kampus Prisma Manado, jalan Pummorow, kecamatan Tikala, Senin (30/9/2019).

Para pekabung dari keluarga, rekan, mantan anak didik almarhumah hingga perwakilan  Pemerintah Kota Manado hadir melepas kepergian Ibu dari Reuben Supit, Edwin Supit, Benyamin Supit dan Fernell Supit ini.

Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler Lakat SH, MH mewakili Walikota Manado, hadir membawakan  sambutan dalam ibadah ini. Dia menyampaikan Pemerintah Kota Manado turut berduka atas kepergian tokoh pendidikan yang dikenal baik sebagai pengajar, inisiator bahkan  motivator.

 “Atas nama Walikota, Wakil walikota manado, saya Sekda dan jajaran Pemkot Manado merasa turut sepenanggungan,” ucap Sekda Lakat.

Pada kesempatan ini, Sekda Lakat turut mengenang jasa dan teladan Almarhumah selama masih aktif dalam  mengajar. Dimana dirinya juga termasuk salah satu anak didik Almarhumah.

“Diharapkan karya terbaik dari ibu (Almarhumah) terkasih dapat dipegang  teguh dan menjadi komitmen  kita dalam mengabdi baik kepada keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” lanjutnya.

Turut hadir, Rektor Unklab, Dr Marthen Sengkey, Rektor Universitas prisma, Sinyo J Laoh, tokoh pendirikan GMAHK, Prof Dr Daniel C Kambey, Prof Dr Ellen Kambey Kamagi, mewakili organisasi GMAHK UKIKT, Pdt Dr Corneles Ramschie, pimpinan GMAHK daerah Kota Manado dan Provinsi Maluku Utara, Ketua Pdt Ronal Rantung M.Min, Sekretaris Pdt Ritus Kenie SAG, bendahara Calvien Pasuhuk MBA, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip  Provinsi Sulut, Jani Lukas, serta membawakan sambutan mewakili Yayasan Universitas Prisma, Mardi Rattu SE MM.(ky)