Sangihe, Liputan15.com – Mahasiswa Politeknik Negeri Nusa Utara dan Masyarakat lingkar tambang menggelar aksi damai menyuarakan penolakan akan PT. Tambang Mas Sangihe (TMS) beroperasi di Tanah Tampungang lawo.
Aksi damai ini dimulai dari Pelabuhan Tua (Peltu) Tahuna menuju rumah jabatan Bupati Kepulauan Sangihe dan diterima oleh Skretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, selanjutnya menuju gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Di halaman gedung kantor DPRD Kabupaten Sangihe para pendemo menyanyikan yel – yel dalam bahasa Manado “Dewan Biongo” (Dewan Bodoh) serta membawa spanduk bertuliskan “Jangan Tolak Cintaku, cukup Tolak TMS.
Salah satu perwakilan pendemo Alfando Tampilang ketika ditanya mengenai yel – yel tersebut mengatakan itu murni kekecewaan pendemo terhadap sikap wakil rakyat sangihe
” Itu murni karena kekesalan dari pihak pendemo, karena pigak anggota DPRD tidak mau keluar dari gedung DPRD untuk menerima aspirasi Masyarakat dan Mahasiswa, dirinya juga menilai sikap DPRD yang hanya menerima satu perwakilan untuk menyuarakan Aspirasi itu kurang representatif” Ketusnya
Dirinya berharap lewat aksi ini kiranya dapat menghasilkan kesepakatan yang membela masyarakat lingkar tambang.
Sampai berita ini diturunkan beberapa perwakilan pendemo diundang para wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi mereka, untuk menghentikan aktifitas PT. TMS di Kampung Bowone.


Tinggalkan Balasan