Dalam Sambutan Bupati minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH Menyampaikan Beberapa hal Untu Menjadi perhatian:

  1. Perencanaan pengadaan di tahun anggaran 2021 Dinilai kurang optimal, hal ini dapat dilihat dari Beberapa indikator diantaranya pengisian sirup yang Hanya mencapai 79,93%, penyelenggaraan pengadaan Secara elektronik yang hanya mencapai 42,10%, serta Adanya pekerjaan yang tidak selesai sesuai waktu Pelaksanaan kontrak. Hal ini tentunya menjadi bahan Evaluasi bagi kita untuk kiranya dapat melakukan Perubahan di tahun anggaran 2022 ini.
  2. Kiranya bapak/ibu sebagai aparatur Pemerintah yang terkait dalam pengadaan barang Dan jasa di setiap perangkat daerah agar dapat Mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan kapasitas Untuk mencapai target dan sasaran yang telah Ditetapkan dalam tahapan pengadaan barang dan Jasa, sehingga baik dalam pengisian sirup maupun Target penyelesaian pekerjaan dapat mencapai 100%.
  3. Instruksi bupati minahasa selatan Nomor 1/11/bms-b.Pjb Tahun 2022 Tentang Pengumuman rencana umum pengadaan tahun 2022 Di kabupaten minahasa selatan, hendaknya menjadi Perhatian seluruh kepala perangkat daerah untuk Dilaksanakan, sehingga setiap tahapan pengadaan Barang dan jasa dapat memenuhi prinsip efektif, Efisien, transparan, cermat dan akuntabel.

Kami akan memberikan award bagi kepala Perangkat daerah yang melaksanakannya dan Tentunya Punishment Bagi yang mengabaikan Instruksi ini.