Pendapat ini juga didukung oleh pemerintah Australia.

“Jika Anda melihat sikap Rusia saat ini, mereka mendukung bentuk penindasan dan kediktatoran lain, terutama bila tak ada penolakan dari seluruh dunia,” ucap Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton, kepada Seven Network.

“Ribuan orang akan mati dan itu bukan keadaan yang ingin dilihat siapapun. Penumpukan pasukan Rusia sangat memprihatinkan.”

Inggris merupakan salah satu negara Barat yang mengirimkan senjata mematikan, seperti rudal anti-tank, ke Ukraina. Dukungan ini meningkatkan kemungkinan korban dari pihak Rusia.

Sementara itu, sepuluh ribu tentara Rusia telah dikerahkan di dekat perbatasan Ukraina. Rusia juga menempatkan dengan tank, kendaraan perang, artileri, dan rudal.

Isu invasi Rusia atas Ukraina telah lama muncul. Gedung Putih bahkan percaya serangan bisa berlangsung kapan pun.

Moskow mencaplok semenanjung Krimea pada 2014, kala konflik pemberontak pro-Rusia pecah di Ukraina dan menewaskan lebih dari 13.000 orang.

Baca artikel CNN Indonesia “Inggris Ancam Putin Bakal Terjebak ‘Bahaya’ jika Serang Ukraina” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20220121165523-134-749668/inggris-ancam-putin-bakal-terjebak-bahaya-jika-serang-ukraina.