Konon, dikalangan orang Mongondow beliau disebut sebagai “Dokosinggulo”, artinya kalau ada yang datang dengan maksud akan menyerang atau dengan maksud jahat akan dapat segera ditahan atau ditangkis beliau.
Juga kalau beliau bermaksud untuk menyerang suatu negeri maka serangan itu tidak dapat ditangkis pihak lawan.
Selain itu beliau juga memiliki keahlian menyembuhkan orang dengan pengobatan tradisional Musyawarah atau pertemuan besar yang diadakan itu (pertemuan atau “bokiru”, bakid), tampillah beberapa pembicara terkenal dengan menguraikan isi hati mereka masing-masing.
Diantaranya : Kahinga (yang tertua diantara mereka) berbicara dalam bahasa Bolangitang Lama: “Mairu kita nita mososobotu kania botu, motomuki, agu motonotu”. (Marilah kita sekalian bersatu seperti sebuah batu, mengangkat Permaisuri dan Raja). Demikian antara lain ucapan beliau.
Pugu-Pugu (Saudara laki-laki Dotinggulo) berkata antara lain: “Leina kiota (ki Doti) aivuisa agu ai tuhuka nousato, ko vukiru agu ko abigu” (Hari ini dia (Doti) kita mulai pelihara, antarkan sebahagian hasil sawah/ladangmu hai saudara-saudara, baik yang berada di gunung ataupun dilembah.
Dotinggulo (yang kemudian terpilih dalam musyawarah itu) berkata dengan nada yang sangat meyakinkan:
“Kiotolu guhango agu usato! Nonalamai tambato, pokodokalo gogule, monone, molunaso, mosayu, molamako” (Hai orang-orang tua dan saudara-saudara! Anda semua yang telah mewariskan tempat ini, untuk itu besarkanlah harap dan pinta (anda), berhati bersih, beritikad baik, jujur mulia-gagah, lapang dada, luas pertimbangan, tidak mengenal dengki dan iri satu sam lain).
Selanjutnya beliau berkata lagi (berupa sumpah) yaitu: “Kiko kumuntalo, moinggagu kodo lalo,mosopito, movunggalo” (Siapa yang mungkir janji (nanti) , akan kering sendirinya seperti pohon yang sudah mati , (dahan-dahannya) patah dan (pohonnya) rebah ke tanah .

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan