“Khawatir juga tertular. Sebelah ku pilek,” kata Rahma.

“Pasrah aja. Asal jangan sampai ada aturan baru buka masker,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan penumpang KRL bernama Ikrar. Di tengah kekhawatirannya mengenai aturan pelonggaran prokes jaga jarak, ia tetap menjalankan prokes lainnya demi pencegahan penyebaran virus. 

“Memakai masker, sering mencuci tangan dan menyemprotkan hand sanitizer,” jelas Ikrar.

Martin, penumpang lainnya, mengatakan sangat khawatir mengenai tanpa jarak di KRL. Hal itu lantaran saat diketatkan prokes di KRL, ia tetap terpapar. 

“Ya bagusnya sih tetap dijarak, supaya lebih bagus. Kalau mepet-mepet gitu kena itu, bisa menular. Pernah saya sekali itu kena waktu naik ke Bogor. Kena saya. Waduh ini panas, tenggorokan saya. Mau makan susah, menelan susah,” ucap pria berusia 64 tahun itu.

Tak semua penumpang khawatir dengan pelonggaran jaga jarak ini. Beberapa penumpang juga menyambut baik aturan tersebut.