“Kalau harganya tidak terlalu jauh, mungkin masyarakat bisa memilih antara menggunakan solar subdisi dan non subsidi.
Tapi untuk perbandingan sekarang di bulan Maret ini, solar subdisidi itu (harganya) Rp5.150 per liter, sedangkan solar industri berkisar antara Rp15.600. Ini perbandingan harga yang terlalu jauh,”jelasnya.
Kambey mengatakan, untuk menyelesaikan masalah kelangkaan solar ini, Pemkot Manado telah mengusulkan ke BPH Migas lewat Pemprov Sulut untuk penambahan kuota solar di tahun 2022 ini.
“Minimal penambahan kuota sama dengan realisasi penggunaan solar subsidi di tahun 2021,”pungkas Kabag Perekonomian Kota Manado David Kambey
Halaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan