Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan data kematian warga sipil yang dilaporkan oleh PBB.

Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) membeberkan total sudah 136 orang tewas jadi korban serangan udara termasuk rudal Rusia. Dari jumlah itu, 13 yang tewas merupakan anak-anak.

Sementara itu, jumlah korban luka-luka mencapai 400 orang, termasuk 26 anak-anak.

Juru bicara Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Liz Throssell mengatakan bahwa mayoritas korban disebabkan oleh ledakan serangan udara dengan area terdampak yang luas. Ledakan itu berasal dari artileri dan roket serta misil pesawat tempur di sejumlah wilayah di Ukraina.

“Ini merupakan korban yang sudah kami cek ulang. Angka sebenarnya diperkirakan jauh lebih banyak,” tutur juru bicara Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Liz Throssell seperti dikutip CNN, Selasa (1/3).

Sebelumnya, sebuah ledakan kuat diduga kuat berasal dari gempuran Rusia kembali mengguncang selatan Ibu Kota Kiev Ukraina pada Rabu (2/3) malam.