Dien mengakui memang perlu adanya upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan.
“Ini adalah angkatan pertama yang sudah selesai dan angkatan kedua yang baru masuk. Peningkatan anak-anak O2SN langsung dilakukan,” ujarnya
Lewat Peningkatan Kompetensi Guru, Febry Dien menyebut hal ini juga membuktikan Kemendikbudristek peduli terhadap daerah.
“Karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, Kemendikbudristek, tetapi juga masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menyentil mengenai digitalisasi pendidikan merupakan upaya yang dilakukan agar pendidikan di daerah makin melambung.
“Data menunjukan, daerah yang punya komitmen untuk pengembangan digitaliasi pendidikan atau disebut champion yakni Sulawesi Utara sebagai nomor satu. Jadi kita bukan hanya sedang terpuruk, tetapi prestasi Sulut untuk beberapa dashboard atau kinerja yang diukur oleh Kemendikbudristek meningkat pesat,” terangnya.
Ia menjelaskan, Kemendikbudristek punya beberapa dashboard yang dilakukan, contohnya pemanfaatan platform merdeka belajar di Sulut meningkat pada dua minggu ini. Apalagi kalau kita buat satu tahun.
“Saya yakin 80 persen guru mengakses merdeka belajar. Tugas dari Wagub Steven Kandouw akan dilaporkan pada bulan Desember bahwa kami telah sesuai target,” tegasnya.
Ia juga mendorong kabupaten/kota mengakses merdeka belajar. “Implementasi kabupaten/kota kalau tidak ditingkatkan, kumulasinya Provinsi Sulut. Makanya yang kena tentunya Sulut. Makanya ada sinergi antar kabupaten/kota yang dijembatani BPMP Sulut,” tandasnya.
Hadir dalam Peningkatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Jenjang SMA dan SMK, Sekprov Sulut Steve Kepel, sejumlah pejabat eselon dua, guru-guru, Google for Education serta para siswa-siswi O2SN.


Tinggalkan Balasan