Duta Budaya Wikoki 2023 Minut, Gabriella Senduk Pimpin Marching Band SD GMIM I Kauditan Menjadi Juara Umum

Liputan15.com, Minut – Grup Marching Band Syalom Kid’s SD GMIM 1 Kauditan mencatat sejarah baru dengan menorehkan segudang penghargaan yang menjadikan mereka meraih juara umum pada lomba semarak HUT ke 60 tahun SMP Santa Monika Manado, yang digelar di Sutanraja Sport dan Recidence Paniki, Sabtu (2/9/2023).

Diantara siswa – siswi marching band ini, salah satu dari tiga Field Commander adalah Duta Budaya Wiko’ki 2023 Kabupaten Minahasa Utara.

Dia adalah Gabriella Senduk, anak dari Keluarga Senduk Tingon. Ibunya Diaken Joune Tingon yang juga Ketua TP PKK Desa Kauditan 1.

Dari informasi yang dirangkum media ini, Gabriella Senduk merupakan siswa kelas VI SD GMIM I Kauditan, yang dikenal pintar dan acapkali menjadi juara di sekolahnya.

Dia dinobatkan sebagai Duta Budaya Wikoki 2023 Minahasa Utara pada 12 Agustus lalu.

Sekedar diketahui, SD GMIM I Kauditan merupakan satu-satunya SD di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang mengikuti perlombaan ini.

Adapun beberapa penghargaan yang diraih yaitu :

  • Juara 1 Field Commander Terbaik
  • Juara 1 Musik Terbaik
  • Juara 1 General Effect terbaik
  • Juara 1 Horline Terbaik
  • Juara 1 Visual Terbaik
  • Juara 1 ColorGuard Terbaik
  • Juara 2 Perkusi Terbaik
  • Juara 2 Kostum Terbaik

Keberhasilan ini tak lepas juga dari peran Kepala Sekolah, Marsje Kelejan,para guru pendamping serta pelatih.
Diketahui, tim pendamping adalah Nova Palit, Silvana Rorimpandey, dan Angelia Sihoming, yang terus aktif mendampingi siswa – siswi yang tergabung dalam grup marching band itu.

Sedangkan tim pelatih adalah Hanny Cornelis,Marvin,Jevan,Isal,Baim, dan Valen. Mereka adalah sosok yang paling berperan dalam membentuk karakter pun mental anak – anak, sehingga mampu tampil percaya diri dan berhasil membuktikan ketrampilan yang sudah mereka ajarkan.

Menariknya, saat mengaktrasikan kepiawaian mereka, merching band ini melakoni beragam gerakkan sambil memainkan alat musik tradisional berupa suling bambu dan tempurung, melantunkan lagu daerah seperti yamko rambe yamko, oh ina nikeke, unggenang, dan juga lagu rohani jangan lelah dan maju laskar Kristus. (Jane)

Pos terkait

J1vc4CG.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *