TOMOHON– Sudah lebih dari dua dekade, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon menjadi tulang punggung tenaga listrik ramah lingkungan yang andal untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo).
Dengan kapasitas terpasang 80 Mega Watt (MW), PLTP Lahendong menyuplai sekitar 18 persen dari kebutuhan listrik di sistem kelistrikan Sulutgo yang mencapai beban puncak 490 MW.
Dikelola oleh PT Indonesia Power, subholding dari PT PLN (Persero), PLTP Lahendong berhasil melampaui kontribusi pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya di kawasan tersebut.
Unit 1 hingga 4 yang mulai beroperasi sejak tahun 2001 hingga 2011, terus berfungsi optimal memastikan pasokan listrik bersih dan stabil bagi masyarakat Sulutgo.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keberadaan PLTP Lahendong menjadi bukti komitmen kuat PLN mendorong transisi energi nasional menuju Net Zero Emissions.
“PLN berupaya menghadirkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi masa depan energi Indonesia. Lahendong membuktikan kami pionir energi terbarukan di Indonesia,” ujarnya.
Keunikan PLTP Lahendong terletak pada posisinya yang berbeda dari pembangkit panas bumi lain di Indonesia. Terletak di perkotaan Kota Tomohon, pembangkit ini menunjukkan bahwa energi panas bumi dapat berdampingan dengan kehidupan urban tanpa mengganggu lingkungan sekaligus menjaga kenyamanan warga.
Selain menyuplai listrik, PLTP Lahendong juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon dengan sertifikasi Renewable Energy Certificate (REC). Ini menandakan bahwa pembangkit mencatatkan perannya dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sulutgo.
Manager Unit Layanan Pusat Listrik PLTP Lahendong, H.S.M. Saragih, menyampaikan, PLTP Lahendong tidak hanya membawa porsi energi bersih yang besar, tapi juga memastikan suplai listrik yang stabil dan andal.
“Kami menjadi contoh bahwa pengembangan energi berkelanjutan dapat berjalan sejajar dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” katanya.
Dengan kapasitas terbesar dan peran sentralnya di Sulutgo, PLTP Lahendong bukan sekadar pembangkit listrik, melainkan simbol nyata komitmen Indonesia terhadap energi bersih berkelanjutan demi masa depan yang lebih hijau dan stabil. (*)
Editor: Yolister Karame


Tinggalkan Balasan