MANADO— Suasana haru menyelimuti Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara saat Wakil Gubernur Victor Mailangkay memimpin wisuda seremonial 104 lansia dari Sekolah Lansia, lengkap dengan toga, piayam, dan ijazah seperti wisuda konvensional.
Acara dirangkai launching Sekolah Lansia Wredatama ini menegaskan komitmen Pemprov Sulut dalam program Bangga Kencana untuk percepatan kualitas SDM, di mana lansia kini diposisikan sebagai aset produktif bukan beban demografi.
Mailangkay membacakan sepatah demi sepatah Gubernur Yulius Selvanus, menyoroti lonjakan populasi lansia Sulut capai 12,8% atau salah satu tertinggi nasional, sehingga pendekatan holistik melalui pola hidup sehat, penguatan mental-spiritual, dan kemandirian sosial jadi prioritas.
Ia mengapresiasi sinergi BKKBN Sulut yang mengelola 37 sekolah lansia di provinsi, serta PWRI, Disdukcapil-KB, dan pemangku kepentingan lain dalam menjaga lansia tetap aktif berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulut dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, melaporkan 108 peserta terdaftar tapi 104 hadir, menjadikan acara ini momen inspiratif di tengah era bonus demografi lansia.
Perwakilan wisudawan berbagi kegembiraan, menyebut program ini beri pengetahuan cegah pikun dan dorong semangat berbagi antar-sesama, meski usia tak lagi muda.
Mailangkay mengajak kolaborasi multipihak: perluas sekolah lansia ke seluruh kabupaten/kota, tingkatkan layanan holistik, libatkan keluarga serta organisasi masyarakat untuk ciptakan lingkungan inklusif.
Wisuda ini simbol pembelajaran seumur hidup, sejalan ketahanan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan Sulut. (*)
Editor: Yolister Karame


Tinggalkan Balasan