MANADO-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berhasil catatkan kemajuan gemilang di bidang administrasi kependudukan sepanjang 2025.

Dengan pendekatan layanan yang terus diperkuat, kepemilikan dokumen penting seperti KTP elektronik melonjak hingga 94,50 persen, sementara pencatatan peristiwa kependudukan berjalan tertib dan akurat.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah penduduk Sulut mencapai 2.655.037 jiwa, terdiri dari 1.356.349 laki-laki, 1.298.688 perempuan, dan 937.597 kepala keluarga. Dari wajib KTP-el sebanyak 2.035.749 jiwa, sebanyak 1.923.815 jiwa sudah terekam, dengan tambahan 13.368 perekaman baru sepanjang tahun.

Ini termasuk respons cepat terhadap 11.769 kasus kematian yang tercatat.Gubernur Yulius Selvanus menekankan peran krusial layanan ini.

“Data kependudukan yang rapi dan tepat jadi pondasi kebijakan publik berkualitas. Kami pastikan setiap warga terlayani dan terdata optimal,” tegasnya dalam salah satu forum resmi.

Stok blanko KTP-el yang masih 7.500 keping pun menjamin kelancaran pelayanan ke depan.

Capaian Layanan Unggulan:

  • Kartu Identitas Anak (KIA): Dari 609.825 anak usia dini, 342.591 sudah punya KIA (55,77%).Program jemput bola dan kolaborasi lintas sektor terus digaspol.
  • Akta Kelahiran: 98,09% anak 0-4 tahun dan 97,11% usia 0-18 tahun sudah terdata, dengan 24 ribu akta baru diterbitkan tahun ini.
  • Akta Perkawinan & Perceraian: 74,42% dari 1.266.378 pasangan kawin, serta 80,06% dari 30.656 status cerai.
  • Akta Kematian: Prestasi nyaris sempurna di 99,82% dari 234.040 kasus tervalidasi, bukti kesadaran masyarakat yang kian tinggi.

Transformasi Digital dan Inovasi:

Langkah modernisasi tak ketinggalan, dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjangkau 91.058 pengguna (pemanfaatan 4,62%).

Pengelolaan Buku Pokok Pemakaman sudah cover 1.839 desa/kelurahan, catat 19.178 buku dan 908 makam. Plus, 15 lembaga mitra resmi via Perjanjian Kerja Sama (PKS) manfaatkan data ini untuk layanan publik lebih baik.

Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus bersama Wagub Victor Mailangkay ini jadi bukti komitmen kuat membangun Sulut inklusif. Capaian ini tak hanya stabil, tapi juga jadi fondasi pembangunan berkelanjutan.(*)

Editor: Yolister Karame