MANADO, Liputan15.com– Wali Kota Manado, Andrei Angouw, mendorong Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan Kota Manado melalui inovasi teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kuliah umum di kampus Polimdo, Rabu (11/03).
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Manado, Andrei Angouw, saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema Pengembangan Sumber Daya dan Pembangunan Kota Manado yang digelar di kampus Politeknik Negeri Manado, Rabu (11/03).
Dalam kesempatan itu, Angouw menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki posisi penting dalam menghadirkan solusi praktis melalui inovasi teknologi yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.
Ia mendorong adanya kerja sama nyata antara Polimdo dan Pemerintah Kota Manado, termasuk dalam pengembangan berbagai teknologi yang dapat membantu menyelesaikan persoalan di daerah.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan alat pengangkat sampah di kawasan pesisir yang dapat dikerjakan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, serta inovasi teknologi di bidang pertanian agar lebih efektif dan efisien.
Menurut Angouw, peran perguruan tinggi tidak sebatas mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga harus mampu melahirkan berbagai karya inovatif yang dapat menunjang pembangunan daerah.
“Kampus harus mampu menciptakan lulusan yang memiliki etos kerja, keterampilan, karakter, serta semangat kreatif yang tinggi,” ujar Angouw di hadapan para mahasiswa.
Selain itu, ia juga mengharapkan Polimdo dapat memperkuat jaringan alumni untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi para lulusan baru.
Angouw mengajak para alumni yang telah bekerja di berbagai sektor agar turut membantu generasi berikutnya dalam membangun karier dan meningkatkan kapasitas di dunia kerja.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tantangan ketenagakerjaan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 45 ribu lulusan sarjana masih belum terserap di dunia kerja, dengan tingkat pengangguran terbuka lulusan D4 hingga S3 mencapai 6,23 persen.
Karena itu, mahasiswa diharapkan terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan teknologi informasi, pemahaman terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI), serta kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin agar mampu bersaing secara global.
Kuliah umum tersebut turut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Manado Dra. Maryke Alelo, MBA, jajaran pimpinan kampus, serta mahasiswa.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi mengenai arah pembangunan Kota Manado sekaligus membuka peluang kontribusi generasi muda dalam mendukung kemajuan daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Polimdo diharapkan semakin berperan sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan inovasi teknologi yang mendukung pembangunan Kota Manado.


Tinggalkan Balasan