MANADO– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri” di TK Negeri 10 Manado, Kecamatan Tumunting.

Acara ini bagian dari Program Prioritas Transformasi pendidikan (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk, serta puluhan kepala daerah seperti Bupati Minahasa Selatan Frangky D. Wongkar dan Wali Kota Bitung Hengky Honandar.

Kedatangan Mu’ti via Bandara Sam Ratulangi disambut Gubernur Sulut sebelum langsung menuju lokasi peresmian. Program ini revitalisasi 248 satuan pendidikan di Sulut—terdiri dari 247 sekolah existing dan satu unit baru—mulai dari TK, SD, hingga SMP, lengkap dengan gedung baru, ruang kelas layak, dan sanitasi memadai.

“Revitalisasi jadi perhatian utama pemerintah. Tidak boleh ada sekolah dengan bangunan tak layak, termasuk fasilitas dasar seperti ruang kelas dan sanitasi,” tegas Mu’ti, mengutip arahan Presiden Prabowo. Secara nasional, tahun 2025 sudah capai 16.167 sekolah (melebihi target 10.440), sementara 2026 ditargetkan 71.744 satuan—11.744 dari pagu awal plus tambahan 60.000.

Tak hanya infrastruktur, Kemendikdasmen genjot digitalisasi lewat Interactive Flat Panel (IFP). Tahun lalu, Sulut terima 3.760 unit (PAUD 373, SD 2.203, SMP 733, dst.), dari total nasional 288.865. Tahun ini, tambahan 886.595 unit direncanakan.

Sorotan SDM dan Bantuan Guru
Di Sulut, ada 38.581 tenaga pendidik (4.420 kepala sekolah, 34.161 guru). Program PPPK 2021-2024 luluskan 10.500 orang, PPG 2025 capai 70,6% kelulusan. Tahun ini, beasiswa Rp3 juta/semester untuk 150.000 guru naik D4/S1, plus wajib belajar 13 tahun mulai TK di daerah bencana dan desa tertinggal.

TK kini masuk Program Indonesia Pintar (PIP) Rp450.000/tahun untuk 888.000 anak, total penerima naik jadi 19,6 juta siswa.
Gubernur Selvanus dukung penuh. “Kami siap sinergi dengan pusat agar program optimal hingga sekolah-sekolah,” kata Mu’ti .“Ini komitmen mencerdaskan bangsa lewat pendidikan merata, berkualitas, dan berteknologi,” tambahnya.

Kegiatan ini perkuat kolaborasi pusat-daerah, janjikan pendidikan inklusif di Sulut dan nasional.