TOMOHON-Kota Tomohon kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat melalui kunjungan sejumlah pejabat tinggi negara.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri RI serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti melakukan kunjungan kerja ke Tomohon, sebagai bagian dari implementasi program strategis nasional.

Kunjungan tersebut dipusatkan di kawasan Grazia Residence di kelurahan tumatangtang kecamatan tomohon selatan kota tomohon provinsi sulawesi utara,yang menjadi salah satu lokasi penerima manfaat program perumahan dari pemerintah pusat.

Program yang dibawa langsung merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Program 3 Juta Rumah. Program ini bertujuan untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Melalui program ini, pemerintah menargetkan pembangunan rumah baru serta renovasi sekitar 400 ribu unit rumah tidak layak huni pada tahun 2026. Skema yang digunakan mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta optimalisasi aset negara.

dalam kesempatan ini menteri maruarar memberikan bantuan 504 unit kepada pemerintah kota tomohon

Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy Gladys Adolfina Rumajar turut mendampingi langsung kunjungan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada Kota Tomohon, khususnya dalam sektor perumahan dan permukiman.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian besar bagi masyarakat Kota Tomohon melalui program perumahan ini. Ini sangat membantu masyarakat, khususnya MBR, untuk mendapatkan hunian yang layak,” ungkap Wali Kota.