MANADO— Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan upacara yang digelar di halaman gedung CVBC, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan dipimpin sebagai pembina upacara oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, dan dihadiri jajaran direksi, manajer, tenaga medis, serta staf rumah sakit.
Upacara tahun ini mengambil momentum refleksi atas kelahiran Boedi Oetomo (1908), yang dipandang sebagai titik awal kebangkitan pemikiran kebangsaan.
Dalam amanat yang dibacakan, sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Informatika RI menekankan bahwa makna kebangkitan mesti beradaptasi dengan tantangan zaman: dari perjuangan kedaulatan wilayah menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Prof. Rampengan menegaskan bahwa kebangkitan berarti kemampuan melepaskan diri dari keterbelakangan dan rendahnya literasi—sebuah pesan yang selaras dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menggarisbawahi peran sektor kesehatan dalam mendukung fondasi generasi sehat dan produktif, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan baru.
Sambutan yang dibacakan juga menyoroti kebijakan nasional terkait perlindungan anak di ranah digital. Pemerintah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik bagi perlindungan anak.
Kebijakan tersebut, yang diimplementasikan penuh pada awal 2026, termasuk langkah penundaan akses anak di bawah 16 tahun terhadap media sosial dan platform berisiko, terhitung sejak 28 Maret 2026. Tujuannya menciptakan ruang digital yang aman, sesuai usia, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam amanatnya, Prof. Rampengan juga mengajak seluruh elemen RSUP Kandou untuk menerapkan nilai-nilai kebangkitan itu dalam kerja sehari-hari: memperkuat solidaritas internal, meningkatkan literasi—termasuk literasi digital di lingkungan rumah sakit—dan menempatkan delapan misi strategis nasional (Asta Cita) sebagai pedoman bersama.
Ia berharap momentum Harkitnas menjadi penyemangat bagi tenaga medis dan staf untuk terus berinovasi demi pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Upacara di RSUP Kandou mencerminkan bahwa peringatan kebangsaan tidak hanya milik institusi pemerintahan, melainkan juga organisasi pelayanan publik yang mempunyai peran penting membentuk generasi sehat, berdaya, dan terlindungi dalam era digital.(ite)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan