MINUT— Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila ke-61 di Lapangan Kantor Bupati, Kamis (1/10/2026).
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini dipimpin langsung oleh Bupati Joune Ganda, dengan Kepala Dinas Pariwisata Jein Barantian bertindak sebagai pemimpin upacara.
Hadir sebagai peserta upacara seluruh unsur Forkopimda dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Joune Ganda menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara yang telah terbukti mampu mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan.
“Kita tahu dari sejak kecil, bagaimana Pancasila ini memberikan pengaruh dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diajarkan di sekolah. Ini tentu akan menjadi bagian yang terus-menerus kita ajarkan, karena Pancasila sudah terbukti sebagai dasar negara yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia,” ujar Joune Ganda dalam sesi wawancara seusai upacara.
Bupati menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal utama bangsa untuk mencapai Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga nilai yang telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara dan khususnya Minahasa Utara.
“Nilai-nilai yang tertanam dalam Pancasila digali dari nilai yang ada dalam diri bangsa Indonesia, terutama bagi kita di Sulawesi Utara, khususnya Minahasa Utara. Nilai ini sangat relevan, semangat gotong royong, semangat kebersamaan ini merupakan bagian dari hidup kita,” kata Bupati.
Joune Ganda juga mengaitkan nilai Pancasila dengan kearifan lokal mapalus, tradisi gotong royong yang telah lama mengakar di tengah masyarakat Minahasa Utara. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengajarkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak agar semangat kebersamaan dan persatuan tetap terjaga.
“Jangan sampai kita melupakan itu untuk disampaikan dan diajarkan kepada anak-anak kita. Kebersamaan dan persatuan adalah modal utama. Apabila kita tercerai-berai, memiliki perbedaan yang ekstrem yang membuat perpecahan, maka semua keberhasilan dan kemakmuran yang kita capai dari kekayaan alam kita tidak akan ada artinya,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Joune Ganda menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tata kelola pemerintahan di Minahasa Utara. Menurutnya, semangat Pancasila menjadi dasar bagi para pemimpin untuk bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.
“Bagaimana kita menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk berada di tengah-tengah masyarakat, bagaimana kita membangun bersama-sama dengan masyarakat, ini juga menjadi semangat dalam nilai Pancasila yang harus kita jadikan pedoman untuk menjalankan tata kelola pemerintahan di Minahasa Utara,” tutup Bupati Joune Ganda.(jein)

Tinggalkan Balasan