MANADO, Liputan15.com– Inovasi teknologi karya dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) semakin menunjukkan daya saing di tingkat internasional. Melalui TerraSight AI, tim Polimdo berhasil mengamankan tiket ke babak final The 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition di Tiongkok.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Sulawesi Utara memiliki kemampuan untuk menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berpotensi menjawab kebutuhan industri modern.
Tim TerraSight AI dipimpin Ir. Rudolf E. G. Mait, S.T., M.T., bersama Farly Kalumata, M.T., dan Steven Richard Kamurahan, S.T., M.Ars. Mereka mengembangkan teknologi bertajuk Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations, yang berfokus pada pemantauan volume dan progres pekerjaan tanah secara otomatis.
Inovasi tersebut mengintegrasikan pemanfaatan teknologi AI dengan pemantauan kondisi lapangan untuk membantu meningkatkan ketepatan pengukuran, efisiensi kerja, serta pengambilan keputusan dalam proyek konstruksi dan pekerjaan tanah.
Keberhasilan menembus babak final menjadi kesempatan bagi tim Polimdo untuk memperkenalkan hasil riset terapan kepada para pelaku industri dan pengembang teknologi dari berbagai negara.
Kompetisi ini berada pada divisi AI dan mesin konstruksi, bidang yang semakin penting dalam mendorong digitalisasi operasional industri, termasuk pekerjaan konstruksi dan pertambangan.
Pengembangan TerraSight AI juga dinilai relevan dengan kebutuhan daerah seperti Sulawesi Utara, yang memiliki aktivitas pembangunan infrastruktur serta sektor pertambangan yang membutuhkan pemantauan kondisi lahan dan volume pekerjaan secara akurat.
Dengan pendekatan berbasis teknologi, sistem ini berpotensi mendukung proses evaluasi pekerjaan yang lebih terukur serta membantu meningkatkan efektivitas operasional di lapangan.
Capaian tim TerraSight AI turut memperlihatkan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan teknologi terapan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi dosen, mahasiswa, dan generasi muda di Sulawesi Utara untuk terus mengembangkan kemampuan riset, inovasi digital, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Selain membawa nama Polimdo, keikutsertaan dalam kompetisi internasional juga membuka peluang untuk memperluas jejaring akademik dan industri, sekaligus menjajaki pengembangan inovasi menuju pemanfaatan yang lebih luas.
Tim TerraSight AI dijadwalkan mengikuti babak final di Xuzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, pada 29–30 Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, terdapat 12 proyek dari jalur internasional pada divisi terkait yang berhasil melaju ke tahap tersebut.
Masyarakat Sulawesi Utara kini menantikan kiprah tim Polimdo di panggung internasional. Harapannya, inovasi yang lahir dari Manado ini tidak hanya mengharumkan nama daerah dan Indonesia, tetapi juga berkembang menjadi solusi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia industri.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan