MINAHASA UTARA — Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) Bogor menggelar Klinik Modernisasi Pertanian berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Budidaya Jagung untuk mendukung korporasi petani, Rabu hingga Kamis (28–29/10/2026), di Balai Desa Kema 1, Kabupaten Minahasa Utara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari ICARE, yaitu penyediaan layanan teknis dan pendampingan berbasis kebutuhan petani serta pelaku usaha tani di lapangan. Agenda ini juga bertujuan meningkatkan pelayanan publik dalam mendukung rantai nilai komoditas jagung di Kabupaten Minahasa Utara.
Penyuluh dan Kelompok Tani Ikut Serta
Bimtek ini diikuti oleh penyuluh dan kelompok tani di Kecamatan Kema. Mereka memperoleh penguatan mengenai standar budidaya jagung, mulai dari pemilihan varietas, pengelolaan input produksi, hingga pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusat BRMP Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA; Direktur BRMP Provinsi Sulawesi Utara Dr. Steivie Karouw, STP, MSc; serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara.
Demplot PM-AAS di Tontalete
Selain bimtek, BRMP Tanaman Pangan Bogor juga menghadirkan demplot tanaman jagung seluas satu hektare di Desa Tontalete. Demplot tersebut menerapkan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System), program modernisasi pertanian berbasis pendekatan presisi dan terukur dari Kementerian Pertanian.
Melalui demplot ini, kelompok tani di Kecamatan Kema dapat belajar langsung teknik budidaya jagung yang baik dalam rangka meningkatkan produksi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Competitive Grand Budidaya Tanaman Jagung Pendukung ICARE.
Fokus Produktivitas dan Efisiensi
Penerapan PM-AAS pada komoditas jagung menitikberatkan pada peningkatan produktivitas hingga melampaui rata-rata budidaya konvensional, dengan potensi hasil mencapai 14 ton per hektare, tergantung varietas yang digunakan. Varietas yang diterapkan meliputi Jakarin (komposit) dan JH 37.
Kegiatan ini juga mendorong efisiensi usaha tani melalui optimalisasi penggunaan benih, pemupukan, serta pengendalian OPT. Selain itu, penerapan varietas unggul baru (VUB) diharapkan memberikan benih bermutu tinggi dan lebih tahan terhadap penyakit.
Dukung Produksi Nasional
Pola tanam presisi menjadi salah satu kunci dalam pendekatan PM-AAS. Petani diajak mengatur populasi tanaman yang rapat dan seragam, menerapkan teknik budidaya terstandar, serta menyesuaikan pengelolaan lahan dengan kondisi agroekosistem setempat.
Dengan penguatan kapasitas petani dan penerapan teknologi pertanian modern, kegiatan ini diharapkan mempercepat peningkatan produksi jagung dan serealia nasional, sekaligus mendukung upaya menekan ketergantungan impor pangan.(*/jein)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan