MANADO — RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado memulai kegiatan Pilot Project Rancangan Pedoman Biosafety dan Biosecurity Laboratorium Medis di Ruang Diklat Lantai 2, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah penguatan keselamatan dan keamanan hayati untuk mendukung pelayanan laboratorium yang aman, berkualitas, dan sesuai ketentuan.
Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada narasumber dari Kementerian Kesehatan yang berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para peserta.

“Atas nama manajemen RS Kandou, saya menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dari Kementerian Kesehatan yang bersedia memberikan dukungan melalui kegiatan ini. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan dapat menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan biosafety dan biosecurity di laboratorium medis,” ujar Prof. Starry.

Keselamatan Menjadi Perhatian Bersama

Prof. Starry menegaskan, keselamatan dan keamanan laboratorium harus menjadi perhatian bersama. Laboratorium medis berperan penting dalam menunjang diagnosis dan penanganan pasien, sehingga setiap proses kerja wajib mengikuti prosedur, standar keselamatan, dan pengendalian risiko yang tepat.

Biosafety diterapkan untuk mencegah paparan atau pelepasan bahan biologis secara tidak disengaja, sementara biosecurity bertujuan melindungi bahan biologis, peralatan, keterampilan, dan data terkait dari akses, kehilangan, pencurian, penyalahgunaan, atau pelepasan yang tidak sah.

Menurut Dirut, penerapan biosafety dan biosecurity tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas. Pemahaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh petugas menjadi kunci agar standar keselamatan benar-benar berjalan dalam praktik sehari-hari.

Peserta Diajak Aktif Berdiskusi

Prof. Starry berharap peserta mengikuti kegiatan dengan serius, memanfaatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman, serta memahami rancangan pedoman yang sedang dikembangkan.

“Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya karena sangat bermanfaat bagi kita semua. Saya berharap peserta dapat mengikuti setiap materi dengan baik, aktif berdiskusi, dan nantinya menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung keselamatan serta keamanan dalam penyelenggaraan pelayanan laboratorium medis,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Kandou, dr. Wega Sukanto, Sp.B-TKV(K), bersama para peserta dan narasumber Kementerian Kesehatan.

Pilot project ini sejalan dengan pendekatan manajemen biorisiko yang menekankan penilaian risiko, mitigasi atau pengendalian risiko, serta pemantauan kinerja laboratorium secara berkelanjutan.

Penerapan pedoman yang terdokumentasi juga menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh aktivitas laboratorium sesuai kebijakan, prosedur teknis, dan standar operasional yang ditetapkan.(*)