TOMOHON — Pemerintah Kota Tomohon memperkuat koordinasi penanganan tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk menyiapkan strategi pemulihan kawasan Gunung Lokon dan Gunung Empung pasca kebakaran.
Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Command Center Pemerintah Kota Tomohon, Rabu (21/10/2026).
Sendy menjelaskan bahwa penanganan tanggap darurat tidak berhenti pada pemadaman api. Pemerintah Kota Tomohon juga menjalankan pencegahan kebakaran, pendinginan api, patroli dan pemantauan, penyaluran masker, pendataan serta penyaluran air bersih, hingga pendataan kebutuhan air untuk sektor pertanian.
Untuk kawasan Gunung Lokon dan Gunung Empung, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi pasca kebakaran. Langkah tersebut mencakup pengawasan kawasan dan pengendalian akses, pencegahan kebakaran berulang, kajian kerusakan ekologi, investigasi penyebab, pemulihan lingkungan dan ekosistem, penegakan aturan, edukasi masyarakat, serta evaluasi operasi dan transisi pemulihan.
Langkah itu menjadi penting karena kebakaran di kawasan Cagar Alam Gunung Lokon sempat menghanguskan sekitar 300 hektare lahan pada 13 Oktober 2026. Api dilaporkan cepat merambat akibat vegetasi kering dan tiupan angin kencang.
Sendy mengimbau seluruh masyarakat Kota Tomohon menaati aturan dan himbauan pemerintah dalam penanganan tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla. Ia juga meminta warga bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar bencana dapat segera teratasi dan terlewati.
Pemerintah Kota Tomohon sebelumnya juga telah melarang aktivitas pendakian di Gunung Lokon dan sekitarnya sebagai upaya pencegahan karhutla.
Rapat tersebut juga dilanjutkan dengan sosialisasi Gerakan Akselerasi Penanganan Rumah Terdampak Bencana Lokal di Kota Tomohon oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Tomohon, Joice Taroreh, S.T., M.Si.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tomohon AKBP. Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., yang sekaligus menjabat Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana, serta Kasdim 1302/Minahasa Mayor Inf. Dadan Sopian dan jajaran Pemerintah Kota Tomohon.(*)

Tinggalkan Balasan